Home GEREJA Pertemuan Pleno Komisi Keluarga KWl 2026 Hasilkan Sejumlah Rekomendasi Pastoral

Pertemuan Pleno Komisi Keluarga KWl 2026 Hasilkan Sejumlah Rekomendasi Pastoral

by Veronika Suci Handayani

Kepri, Berkatnews.com – Pertemuan Pleno Komisi Keluarga se-Indonesia telah berlangsung pada Jumat-Minggu, 3-5 Juli 2026 di Wisma KWI Jakarta. Pertemuan ini diikuti oleh 79 orang yang terdiri dari Ketua Komkel atau yang mewakili ditambah Keuskupan TNI POLRI, perwakilan komunitas Kategorial, pengurus & Panitia Komkel KWI serta Komsos KAJ. Keuskupan Pangkalpinang mengutus tiga orang yaitu RP. Lukas Dharsono, MSF ,  B. Sulistiyono (Bangka Belitung) dan Yohanes Purnomo (Kepulauan Riau).

Tema Pertemuan Komkel Nasioanal 2026 adalah “Mewujudkan Semangat Amoris Laetitia melalui Gerakan Ekonomi dan Ekologi Keluarga”. Tema ini berangkat dari refleksi atas 10 tahun perjalanan Anjuran Apostolik Amoris Laetitia, dengan perhatian khusus pada hal-hal yang belum sepenuhnya tersentuh atau terwujud dalam kehidupan keluarga Katolik di Indonesia. Dalam semangat tersebut, perhatian atas persoalan ekonomi keluarga diperdalam, terutama karena ekonomi sering kali menjadi salah satu akar munculnya persoalan keharmonisan dan kebertahanan keluarga. Oleh karenanya, dibutuhkan sinergi yang lebih konkret, salah satunya dengan Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE), agar pendampingan keluarga tidak hanya menyentuh pada aspek pendampingan relasi, tetapi juga menjawab kebutuhan konkret keluarga dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, ekologi keluarga juga menjadi salah satu bagian penting yang diperdalam, yang ditempatkan dalam konteks 10 tahun perjalanan Ensiklik Laudato Si dan Tahun Yubelium 800 tahun wafatnya Santo Fransiskus Asisi. Dengan demikian, semangat Amoris Laetitia diharapkan semakin nyata melalui gerakan keluarga yang beriman, tangguh secara ekonomi, dan bertanggung jawab dalam merawat bumi sebagai rumah bersama. Tujuan dari pertemuan pleno ini ialah mendengarkan dan merefleksinya, menimba inspirasi dari sharing pastoral, merumuskan langkah-langkah pastoral dan bergerak bersama untuk mewujudkan semangat sinodalitas.

Utusan Keuskupan Pangkalpinang dalam Pertemuan Nasional Komkel KWI 2026:
Romo Lukas Darsono, MSF, Yohanes Purnomo dan B. Sulistiyono

Dinamika Pleno dirangkai dalam tiga tahap utama yang saling berkesinambungan. Tahap pertama: mendengarkan, yang diawali dengan pengantar serta oleh-oleh dari Mgr. Dr. Paulinus Yan Olla, MSF berdasarkan hasil pertemuan FABC di Bangkok, dilanjutkan dengan paparan hasil survei Komisi Keluarga Keuskupan sebagai pijakan untuk membaca situasi nyata keluarga Katolik di Indonesia. Tahap kedua: menimba inspirasi, yakni pendalaman materi dari para narasumber serta berbagi best practice dari komkel yang dipilih oleh tim survei, agar peserta memperoleh wawasan pastoral yang lebih luas dan kontekstual. Tahap ketiga: mencari jalan baru, yang diwujudkan melalui diskusi kelompok regio dan komunitas kategotial untuk merumuskan langkah-langkah pastoral konkret yang dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan, tantangan, dan peluang di masing-masing wilayah pelayanannya.

Setelah mendengarkan paparan dan masukan dari para narasumber dan melihat hasil survey setelah melalui perbincangan yang cukup serius namun penuh dengan semganat pelayanan bagi keluarrga-keluarga, pada akhirya pertemuan ini menghasilkan beberapa rekomendasi untuk dibawa pulang ke keuskupan masing-masing. Beberapa hasil rekomendasi tersebut berkaitan dengan KPP (Katekese Persiapan Perkawinan), Pendaampingan Keluarga Pasca Nikah dan Pendampingan keluarga dalam situasi khusus.

Utusan Komkel Regio Sumatra: Keuskupan Medan, Padang, Sibolga, Palembang, Tanjungkarang dan Pangkalpinang.

Katekese Persiapan Perkawinan (KPP) menjadi sasaran utama bagi pasangan yang akan menikah di berbagai wilyah sangat memerlukan penyeragaman modul atau paling tidak adanya pedoman bersama sehingga lebih terarah dan tepat sasaran. Selain itu dalam KPP perlu diperkuat khususnya pada bidang Ekonomi Rumah Tangga (ERT), ekologi keluarga, status hukum perkawinan serta tantangan penggunaan media sosial dalam keluarga.

Pendampingan Pasca Nikah sangat dianjurkan adanya pendampingan keluarga berjenjang. Keluarga Muda (Usia Perkawinan 0–10 Tahun) menjadi prioritas utama dan mendesak di berbagai keuskupan. Selain itu memperkuat katekese berjenjang dan rutin terkait hakikat sakramen perkawinan serta pembinaan pasca-nikah untuk relasi suami-istri dan parenting.

Pendampingan bagi Keluarga dalam Situasi Khusus antara lain adalah Keluarga yang hidup bersama tanpa ikatan perkawinan gereja, Keluarga yang sangat dipengaruhi oleh dominasi adat/budaya lokal, Keluarga yang terpisah karena pekerjaan, mengungsi akibat konflik, perdagangan manusia atau trafficking, Keluarga Perantau/Migran. Membangun Jejaring dengan lintas komisi dan komunitas kategorial keluarga.

Dalam Pertemuan Pleno Komkel KWI tersebut juga ada beberapa harapan untuk menangani berbagai permasalahan keluarga yang ada antara lain diharapkan adanya kerjasama antar komisi (misalnya dengan Komisi Kepemudaan, PSE, Migran dan Perantau, Gender dan Pemberdayaan Perempuan). Selain itu juga melibatkan kelompok kategorial seperti ME, CFC, CFM, YANA, FKPK, dan Komunitas Disabilitas. (Penulis : Slt / Edit : Vsh).

Related Articles

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

phone hack apply job vacancy nonton film streaming teknosehat blog kesehatan, kecantikan, dan teknologi