Pangkalpinang, Berkatnews.com – Ratusan umat memenuhi Seminari Menengah Mario John Boen dalam Perayaan Ekaristi Tahbisan Diakon, Minggu (16/8/2026). Dalam perayaan tersebut, delapan frater resmi menerima Tahbisan Diakon dari Uskup Keuskupan Pangkalpinang, Mgr. Adrianus Sunarko, OFM, didampingi para imam konselebran.
Tujuh diakon yang ditahbiskan merupakan angkatan ketiga dari Seminari Menengah Mario John Boen, Keuskupan Pangkalpinang. Satu di antaranya yaitu Diakon Hariadi Barutu, berasal dari Keuskupan Medan.

8 Calon Diakon
Tahbisan ini menjadi peristiwa bersejarah bagi Seminari Menengah Mario John Boen karena untuk pertama kalinya tempat tersebut digunakan sebagai lokasi Tahbisan Diakon. Ke depannya, Seminari Menengah Mario John Boen akan menjadi tempat pelaksanaan tahbisan diakon.
Sehari sebelumnya, kedelapan calon diakon telah mengikrarkan Janji Selibat di hadapan Mgr. Adrianus Sunarko, OFM, pada Sabtu (15/8/2026) di Kapel Keuskupan Pangkalpinang.

Pembutan 8 calon diakon
Perayaan diawali dengan penyambutan kedatangan delapan calon diakon yang akan ditahbiskan. Mereka disambut umat dengan tarian sebelum memasuki tempat perayaan.
Tahbisan Diakon menjadi langkah penting dalam perjalanan panggilan menuju imamat. Melalui tahbisan ini, para diakon diteguhkan untuk menjalankan pelayanan dalam pewartaan Sabda, liturgi, dan karya kasih serta semakin terlibat dalam kehidupan dan misi Gereja.

Homili Bapa Uskup Adrianus
Dalam homilinya Bapa Uskup Adrianus mengingatkan bahwa masa diakon bukan sekadar jenjang yang harus dilewati sebelum menjadi imam, tetapi menjadi masa untuk membangun watak dan karakter dalam pelayanan.
“Pada masa diakon itu bukan hanya sebagai jenjang atau tahap yang dilewati, tapi diharapkan masa diakon ini menjadi fondasi yang membuat watak dan karakter seseorang dibangun untuk tahap-tahap selanjutnya, sehingga menjadi semacam karakter yang tidak ditinggalkan ketika menjadi imam atau uskup,” ungkap Ungkap Adrianus.
Ia juga mengingatkan para diakon untuk menghayati makna pelayanan dengan sikap rendah hati. Tugas diakon berkaitan dengan pelayanan Sabda, liturgi, Ekaristi, serta pelayanan kasih.
“Sebagai diakon tugas kalian adalah berkaitan dengan pelayanan Sabda, liturgi, Ekaristi, dan pelayanan kasih,” jelasnya.
Setelah homili, tahbisan dilanjutkan dengan pemanggilan para calon diakon ke hadapan Uskup. Setelah dinyatakan layak untuk ditahbiskan, para calon menyatakan kesediaan untuk hidup selibat, taat kepada Uskup, serta siap melayani Sabda dan umat.

Prosesi tahbisan Diakon

Prosesi Litani Para Kudus

Penumpangan tangan oleh Bapa Uskup

Penyerahan Stola , Alba dsn Dalmatik pada para Diakon

Pemakaian Dalmatik

Penyerahan Kitab Injil kepada para Diakon
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan Litani Para Kudus. Uskup Adrianus menumpangkan tangan di atas kepala masing-masing calon dan mendaraskan doa tahbisan sebagai bagian utama dari penerimaan Tahbisan Diakon.
Setelah ditahbiskan, para diakon baru dibantu mengenakan stola dan dalmatik sebagai pakaian khas pelayanan diakon. Uskup Adrianus kemudian menyerahkan Kitab Injil sebagai tanda tugas mereka untuk mewartakan Sabda Allah.

Sambutan perwakilan seluruh orang tua para Diakon (Orang Tua Diakon Adit)
Mewakili orang tua, orang tua Diakon Leonardo Aditya menyampaikan rasa syukur atas peristiwa tahbisan ini
“Tentu kami sebagai orang tua bersyukur atas peristiwa indah, di mana kami bisa mengantar dan mempersembahkan anak-anak kami pada Gereja untuk ditahbiskan menjadi diakon,” ungkapnya.
Ia berpesan agar para diakon tetap rendah hati, setia dalam perjalanan panggilan, saling meneguhkan, serta tekun dalam doa dan pelayanan.

Sambutan para Diakon baru
Sementara itu, para diakon mengungkapkan bahwa kepercayaan dan restu Uskup menjadi kekuatan untuk menjalankan pelayanan.
“Kami menyadari tahbisan diakon ini bukan tujuan akhir kami, melainkan menjadi awal dari perjalanan iman kami,” ungkap para diakon.

Sambutan Rektor Seminari Menengah Mario John Boen
Rektor Seminari Menengah Mario John Boen, Romo Antonius Moa Tolipung, juga menyampaikan rasa syukur atas tahbisan yang untuk pertama kalinya dilaksanakan di Seminari Menengah Mario John Boen.
“Ini adalah momen pertama seminari menengah menjadi tempat tahbisan diakon. Mari kita merayakan dengan sukacita. Mari kita berpartisipasi bersama sehingga seminari ini tetap berlanjut dan tidak hanya berhenti di angkatan ketiga saja, tapi berlanjut hingga angkatan selanjutnya,” ungkap Romo Anton.
Sebelum berkat penutup, Uskup Adrianus mengumumkan tugas perutusan kedelapan diakon di berbagai wilayah pelayanan Keuskupan Pangkalpinang, yakni sebagai berikut :
• Diakon Leonardo Aditya – Paroki Tanjung Pinang & Asrama Tarsisius
• Diakon Agustinus Kurniawan – Paroki Malaikat Agung Gabriel, Tembesi Batam
• Diakon Alberto Baresa – Paroki Santo Fransiskus Asisi Kabil
• Diakon Bernadus Aldi – Shelter Theresia Batam
• Diakon Paulo Alfredo – Seminari Menengah Mario John Boen
• Diakon Gregorius Agung – Seminari Menengah Mario John Boen
• Diakon Hariadi Barutu – Paroki Santa Bernadeth dan Asrama Theresia
• Diakon Yohanes Ricky – Natuna
Rangkaian perayaan kemudian dilanjutkan dengan pesta dan ramah tamah bersama sebagai ungkapan syukur atas Tahbisan Diakon dan perjalanan panggilan kedelapan diakon. (Vsh)

Proficiat Tahbisan 8 Diakon Keuskupan Pangkalpinang
