Alumni Jambore Remaja : Saya Masuk Imam Diosesan Banjarmasin Tahun ini

Andreas Taruna Dwi Putra atau akrab dipanggil Andre adalah salah satu dari sekian banyak peserta yang tak pernah absen sejak jambore dimulai tahun 2010. Ya, Andre sudah empat kali mengikuti jambore remaja, 3 kali menjadi peserta dan pada jambore ke 4 ini menjadi Pembina.

Masuk SMP Seminari Roh Kudus, Tuka-Bali

Beberapa minggu setelah mengikuti Jambore I 2010, Putera pasangan FX. Arman Yunarto dan Theresia Sri Sejati Murniningtyastuti ini memutuskan masuk SMP seminari Roh Kudus, Bali. Tentu keputusan ini sangatlah berat, apalagi ia baru saja lulus SD. Andre menangis ketika pertama harus berpisah dengan orang tuanya. Tapi syukur ada kakaknya Ivan (sekarang, frater Ivan, SX) yang lebih dulu masuk seminari: “saya dipeluk mas Ivan, lalu saya masuk kamar tidur, saya kembali menangis, tapi saya tutup pakai bantal”, ungkap Andre. “Jalani saja dulu, ada mas Ivan”, itulah pesan ibunya menguatkan.

Andre menghabiskan hari-hari pertamanya dengan berat, yang ada dalam hatinya adalah “aku akan bertahan satu tahun saja”.

Dengan berjalannya waktu, Andre mulai menyesuaikan diri, mulai adanya kekompakan sesama seminaris satu angkatannya yang berjumlah 23 orang. Sampai kelas 3 SMP masih bertahan 19 orang.

Masuk SMA Seminari Roh Kudus, Tuka-Bali

Akhirnya ia dan teman-temannya telah menyelesaikan SMP dan harus memutuskan apakah akan lanjut ke SMA Seminari lagi atau mundur. Dari 19 orang sahabatnya hanya tersisa 8 orang yang akan melanjutkan ke Seminari menengah. Syukurlah ada tambahan dari KPB (Kelas Persiapan Bawah) sehingga menjadi 18 orang. Dari 18 orang saat masuk seminari menengah tersisa 11 orang sampai tamat.

Memutuskan jadi Calon Imam Diosesan Banjarmasin

Ketika Andre masih di seminari menengah, ia mempunyai sahabat dekat dari Banjarmasin. Namanya Daton, dari Daton lah Andre sedikit mendengar tentang Keuskupan Banjarmasin. Daton pernah menceritakan bagaimana Banjarmasin masih minim pelayanan imam. Imam hanya di kota-kota saja, sedangkan di pelosok tidak ada pelayanan misa. Imam diosesan yang ada pun juga banyak imam transfer dari Keuskupan Agung Semarang. Hal inilah yang semakin mendorong Andre untuk memantapkan tekat mengabdi umat Allah di Keuskupan Banjarmasin.

Saat ini Andre sedang menunggu jadwal masuk TOR di Lawang. Uskup Banjarmasin telah memanggilnya untuk memastikan keputusannya.

Mari kita semua berdoa untuk Andre, agar ia tetap setia dalam mendengar panggilan Allah untuk menjadi seorang Imam.

(costmust)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *