Pangkalpinang, Berkatnews.com — Suasana duka menyelimuti umat dan keluarga besar Keuskupan Pangkalpinang atas wafatnya Romo Zakarias Lusi Ujan, yang berpulang ke rumah Bapa pada Selasa, 17 Maret 2026, sekitar pukul 05.00 WIB di Wisma Benediktus. Kepergian Romo Zakarias meninggalkan kesedihan mendalam bagi umat dan para imam yang selama ini berjalan bersama dalam pelayanan.
Sejak malam hingga menjelang Misa Requiem, umat dari berbagai wilayah Gereja hadir silih berganti mengikuti doa tirakatan, memanjatkan doa bagi almarhum.
Misa Requiem untuk Romo Zakarias dilaksanakan pada Rabu, 18 Maret 2026, pukul 10.30 WIB di Gereja Paroki Santa Bernadeth Pangkalpinang. Perayaan Ekaristi dipimpin langsung oleh Bapa Uskup Adrianus Sunarko, OFM, bersama para Imam Keuskupan Pangkalpinang.
Dalam homilinya, Bapa Uskup Adrianus mengangkat motto imamat Romo Zakarias yang dinilai sangat mencerminkan hidup dan pelayanannya. Ia menegaskan tiga hal utama yang berkaitan erat dengan tugas dan kepercayaan sebagai imam dan misionaris.
Yang pertama adalah panggilan untuk melaksanakan misi pewartaan Injil. Dalam bacaan pertama, ditegaskan: “Yesus Kristus, keturunan Daud, yang telah bangkit dari antara orang mati… firman Allah tidak terbelenggu.” Pewartaan Injil, meski penuh tantangan, tetap menjadi tugas utama yang dijalani dengan kesabaran dan keteguhan.

Bapa Uskup sampaikan Motto pelayanan Romo Zakarias sebagai Imam
Kedua, Bapa Uskup menyoroti identitas misionaris sebagai sahabat Tuhan. “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu… Kamu adalah sahabat-Ku.” Misionaris bukan sekadar pelaksana tugas, melainkan pribadi yang dipilih dan diangkat sebagai sahabat Tuhan, yang hidup dalam ketaatan pada perintah-Nya.
Ketiga, adalah sukacita yang lahir dari kesetiaan menjalankan misi sebagai sahabat Tuhan. “Semuanya itu Aku katakan kepadamu supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.” Sukacita ini bukan berasal dari pencapaian pribadi, melainkan dari rasa syukur karena ambil bagian dalam rencana Allah, mewartakan apa yang telah dilihat, didengar, dan disentuh oleh Sabda kehidupan.
Bapa Uskup meyakinkan juga bahwa semangat sebagai misionaris, sahabat Tuhan, dan sukacita sejati itulah yang tercermin dalam perjalanan hidup dan pelayanan Romo Zakarias.
Sebelum berkat penutup, Bapa Uskup memberkati jenazah Romo Zakarias beserta bunga, minyak wangi, dan beberapa perlengkapan yang akan dibawa ke pemakaman. Secara bergantian, para imam dan umat memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Suasana pemakaman Romo Zakarias
Usai Misa Requiem, jenazah Romo Zakarias diberangkatkan menuju pemakaman Katolik di Jalan Koba untuk dimakamkan. Dalam keheningan dan doa, umat mengantar kepergian seorang imam yang telah setia melayani hingga akhir hidupnya. (Vsh)
