Home GEREJA Sambut 5 Imam Baru, Paroki Belinyu Ambil Bagian Dalam Sukacita Sinodal

Sambut 5 Imam Baru, Paroki Belinyu Ambil Bagian Dalam Sukacita Sinodal

Belinyu, BerkatNews.com – Gema syukur atas tahbisan tujuh imam baru Keuskupan Pangkalpinang terus menjalar hingga ke pelosok wilayah. Dalam semangat sinodalitas yang kental, umat Paroki Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda, Belinyu, menyambut kedatangan lima imam baru dengan suasana penuh kekeluargaan dan antusiasme tinggi pada Jumat, 8 Mei 2026.

Kelima imam baru tersebut adalah RD. Edmundus Stefan Nicolaus Suban, RD. Silvester Rasun Moro, RD. Mitsie Benson Sitepu, RD. Lorensius Novensus, dan RD. Giani Silvano Guntur Seran.

Penyambutan dimulai sore hari di bawah langit mendung yang menyelimuti Belinyu. Meski demikian, kehangatan sangat terasa saat kelima imam disambut dengan adat Maumere. Para Ketua KBG yang mengenakan pakaian adat lintas budaya – Flores, Jawa, Batak, dan Tionghoa – mengalungkan ‘Sembar’ (kain tenun khas NTT) kepada para imam sebagai simbol penerimaan keluarga.

Sambutan 5 Imam Baru

Perarakan menuju Gedung Rumah Persekutuan Umat (RPU) berlangsung meriah dengan iringan tarian Gong Waning dari Paguyuban Flobamora Belinyu. Setibanya di depan RPU, para imam bersama anak-anak SD Santa Agnes dan SMP Santo Yosef melepaskan balon ke udara. Aksi ini menjadi simbol indah dari doa, syukur, dan harapan yang melambung tinggi kepada Allah.

Tepat pukul 17:00 WIB, Misa Syukur digelar di gedung RPU dengan diawali tarian Batak. RD. Edmundus Stefan Nicolaus Suban (Pastor Ifan) bertindak sebagai konselebran utama. Sejumlah imam turut hadir mendampingi, di antaranya Pastor Wendelinus Pantaleon (Pastor Kepala Paroki Belinyu), Pastor Marsen Damanik (Pastor Vikaris Paroki Belinyu), Pastor Martin Da Silva (SekJen Keuskupan Pangkalpinang), Pastor Yustianus Ta’laleng (Pastor Kepala Paroki Katedral), dan Pastor Pieters Patrisius Padiservus. Di tempat lainnya, hadir juga Pastor Gregorius Gilberto Casadei (Staff Seminari Mario Jhon Boen) dan Pastor Untung Sinaga (Pastor Vikaris Paroki Bernadeth).

Dalam homilinya, Pastor Ifan yang pernah menjalani masa Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di Belinyu, menekankan bahwa imamat adalah misteri yang sering kali tumbuh dari kepolosan masa kecil. Mengambil motto dari Mazmur 23:4, ia merefleksikan pentingnya sosok gembala yang mau berjalan bersama umat.

“Tuhanlah yang menjaga dan memurnikan niat hati di tengah berbagai dinamika. Mari kita ciptakan suasana keluarga yang ramah terhadap Gereja agar benih panggilan terus tumbuh di hati anak-anak,” pesan Pastor Ifan.

Sukacita berlanjut pada acara ramah tamah yang dibuka dengan Tari Sambut Melayu dan Tari Gampang Hala dari komunitas Lamaholot. Suasana semakin hidup dengan berbagai penampilan seni dari anak-anak TK, SD, hingga SMP Katolik di Belinyu, serta tarian daerah dari kelompok SAROHA.

Kejutan manis datang ketika kelima imam baru naik ke panggung untuk mempersembahkan lagu bagi umat. Sebagai bentuk kasih, umat Paroki Belinyu memberikan cinderamata yang diserahkan oleh Pastor Wens bersama perwakilan umat.

 

Acara malam itu ditutup dengan Tarian Gawi massal. Puluhan umat tumpah ruah menari melingkar bersama para imam baru, melambangkan kesatuan hati yang tak bersekat.

Kehadiran lima imam baru ini menjadi suntikan energi spiritual bagi umat di Belinyu. Momentum ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan perwujudan nyata dari Gereja yang berjalan bersama (sinodal). Dengan penuh harapan, umat melepas kepulangan para imam ke tempat tugas masing-masing, membawa doa agar mereka tetap setia menjadi pelayan yang murah hati di ladang Tuhan.

Foto: Dok. Komsos Belinyu

Related Articles

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

phone hack apply job vacancy nonton film streaming teknosehat blog kesehatan, kecantikan, dan teknologi