Koba, Berkatnews.com — Setelah kurang lebih satu bulan berada di Paroki Santa Maria Assumpta Toboali, Salib Hari Orang Muda Sedunia (HOMS) 2026 kembali melanjutkan perjalanannya. Kali ini, Salib HOMS dikirabkan menuju Paroki Santo Fransiskus Xaverius Koba pada Sabtu–Minggu, 11–12 April 2026, dibawa oleh Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Toboali.
Kirab Salib diawali dengan perarakan dan tarian penjemputan Salib HOMS dari gerbang masuk gereja. Prosesi ini menjadi tanda penyambutan penuh sukacita atas kehadiran Salib HOMS di Paroki Koba.

Prosesi penyambutan kirab salib
Salib HOMS dimaknai sebagai simbol penderitaan dan pengorbanan yang lahir dari kasih Allah yang menyelamatkan umat-Nya. Dalam semangat orang muda Katolik, kirab Salib menjadi ruang refleksi, pembaruan iman, sekaligus kesempatan untuk mempersembahkan hidup kepada Tuhan.
Usai perarakan, kegiatan dilanjutkan dengan doa Novena Kerahiman Ilahi dan Koronka bersama OMK Paroki Toboali, OMK Paroki Koba, serta umat.


Diskusi kelompok refleksi para OMK
Kegiatan hari pertama kemudian diisi dengan sesi refleksi yang dibawakan oleh Romo Wendelinus Pangaleon, Ketua Komisi Kepemudaan, dengan mengundang pertanyaan “Untuk Apa Mengikuti Kegiatan OMK?”. Refleksi ini dilanjutkan dengan diskusi kelompok, yang salah satunya mengangkat kisah perjalanan dan pergumulan nyata yang dialami seorang OMK sebagai bahan permenungan bersama.
Pada hari kedua, Minggu 12 April 2026, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi. Perayaan diawali dengan perarakan Salib HOMS menuju gereja yang diiringi tarian. Ekaristi dipimpin oleh Pastor Paroki Santo Fransiskus Xaverius Koba, Romo Aloysius Angus, didampingi oleh Romo Wens. Dalam ekaristi ini terdapat sesi penyerahan Salib HOMS 2026 oleh Ketua OMK Paroki Toboali kepada Ketua OMK Paroki Koba.


Penyerahan Salib HOMS 2026 pada OMK Paroki Koba
Dari seluruh rangkaian kegiatan selama dua hari, para OMK diajak untuk sampai pada satu kesimpulan bersama, yakni berjalan bersama Yesus. Romo Wens menegaskan bahwa dunia dan Tuhan membutuhkan peran OMK. Ia mengajak para OMK membawa pulang pertanyaan reflektif: mengapa kamu ada, untuk apa kamu ada, mengapa harus kamu yang aktif di OMK, dan untuk apa semua itu. Menurutnya, jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut akan ditemukan dalam perjalanan kirab Salib.
Pesan dan nasihat juga disampaikan oleh Romo Aloysius. Ia mengajak OMK untuk merenungkan makna Salib secara pribadi. Para OMK diharapkan menjadi motor penggerak di KBG-KBG tempat mereka berhimpun, duduk bersama, dan berani menyentuh luka-luka Yesus.

Foto bersama OMK Paroki Koba dan OMK Paroki Toboali
Ia menegaskan bahwa Tuhan Yesus sendiri akan memeberitahu arti Salib itu bagi setiap pribadi yang mau percaya.
Selama Salib HOMS 2026 berada di Paroki Koba, Salib akan terus dikirabkan menuju stasi-stasi dan KBG-KBG. Kirab ini bukan sekadar ritual, melainkan sebuah peziarahan rohani yang mengajak umat, khususnya orang muda, untuk ikut memikul salib dalam kehidupan sehari-hari. (Vsh)
