Home GEREJA Salib HOMS 2026 Tiba di Paroki Sungailiat, Orang Muda Kembali Diajak Menjawab Pertanyaan Iman

Salib HOMS 2026 Tiba di Paroki Sungailiat, Orang Muda Kembali Diajak Menjawab Pertanyaan Iman

by Veronika Suci Handayani

Sungailiat Berkatnews.com — Pertanyaan mendasar, “Mengapa aku ada, dan apa yang sedang kucari?” kembali di ungkapkan dalam rangkaian Kirab Salib HOMS (Hari Orang Muda Sedunia) 2026 yang kini tiba di Gereja Katolik Paroki Maria Pengantar Segala Rahmat, Sungailiat. Salib HOMS 2026 sebelumnya berada selama kurang lebih satu bulan di Paroki Santo Paulus Kampung Jeruk, sebelum kembali diarak dalam kirab iman selama dua hari, 6–7 Juni 2026.

Kirab Salib HOMS diawali dengan perarakan dari SMP Maria Goretti Sungailiat menuju Gereja Paroki Sungailiat. Perarakan ini diikuti oleh Orang Muda Katolik (OMK) dari berbagai paroki, antara lain OMK Kampung Jeruk, OMK Sungailiat, OMK Bernadeth, dan OMK Koba. Suasana penyambutan berlangsung meriah, ditandai dengan tarian adat sebagai ungkapan sukacita atas kehadiran Salib HOMS 2026.

Perarakan dan penerimaan Salib HOMS 2026

Setibanya di paroki, Salib HOMS 2026 diserahkan secara simbolis oleh OMK Paroki Kampung Jeruk kepada Pastor Paroki Sungailiat, RP. Antonius Suyata, MSF. Rangkaian kirab kemudian dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi Penerimaan Salib HOMS 2026 yang dipimpin oleh Romo Lukas bersama Romo Wens dan Romo Naldo.

Perayaan Ekatisti penerimaan Salib HOMS

Dalam homili Ekaristi, Romo Lukas dan Romo Wens secara bergantian mengungkapkan makna kehadiran Salib HOMS 2026. Romo Lukas mengaitkan Salib HOMS dengan perayaan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus.

Romo Lukas sampaikan Homili

“tubuh itu ya adalah memang tubuh Kristus, darah itu adalah memang darah Kristus yang Ia mumpahkan. Tentu saja tubuh menunjuk pada Kristus sendiri, darah Kristus yang mengalir . Bahkan pada akhir Kristus mau diturunkan di kayu salib pun masih ada sergatu yang menumbat lambung-Nya ,” ungkap Romo Lukas.

Sementara itu, Romo Wens menyampaikan makna dari kehadiran Salib HOMS dalam konteks iman lokal.

Romo Wens membagikan makna dari Salib HOMS

“Salib ini secara keseluruhan berbicara tentang iman yang berakar, bertumbuh, dan berbuah di tanah Melayu,” ujar Romo Wens.

Perayaan Ekaristi dilanjutkan dengan penyerahan simbolis Salib HOMS 2026 dari Ketua OMK Paroki Kampung Jeruk kepada Romo Lukas yang mewakili Pastor Paroki Sungailiat yang berhalangan hadir, serta kepada Ketua OMK Paroki Sungailiat. Penyerahan ini menjadi tanda dimulainya perjalanan iman orang muda bersama Salib HOMS 2026.

Penyerahan Salib HOMS 2026

Rekreasi bersama para OMK

Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan rekreasi bersama para OMK. Dalam kesempatan tersebut, Pastor Paroki Sungailiat, Romo Toni, menyampaikan pesan dan harapannya.

Pastor Paroki Sungailiat, Romo Toni hadir di malam rekreasi bersama OMK

“Semoga waktu yang sederhana dan singkat ini menjadi perjumpaan yang saling meneguhkan dan mengokohkan, terutama dalam keterlibatan kita sebagai orang muda untuk ikut ambil bagian dalam tanggung jawab merawat rumah bersama,” ungkapnya.

Memasuki hari kedua, para OMK mengikuti sesi materi yang dibawakan oleh dr. Benedicta Wayan Suryani W., Sp.M., yang membahas hubungan ensiklik Laudato Si’ dengan kesehatan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Aksi Nyata Laudato Si’ berupa penanaman pohon mangga, penyemaian bibit cabai, serta kegiatan membersihkan lingkungan sekolah.

Sesi materi pertama bersama Dokter Bene

Kegiatan aksi nyata Laodato Si

Pertanyaan “Mengapa aku ada, dan apa yang sedang kucari?” kembali dilontarkan oleh Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Pangkalpinang, Romo Wendelinus Pantaleon, dalam sesi refleksi bersama OMK.

“Apa yang kamu cari di sini? Apa yang kamu cari besok? Apa yang kamu cari di sana? Mengapa saya ada?” lanjutnya.

Sesi ke 2 refleksi OMK bersama Romo Wens

Romo Wendelinus mengajak para OMK untuk merefleksikan pengalaman hidup pribadi sebagai jalan menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mendasar tersebut.

“Saya berharap bahwa kalian memiliki akar yang kuat, motivasi spiritual yang kuat, spiritualitas diri yang kuat. Dan untuk menemukan semua itu, akar yang kuat itu hanya ada dalam pergulatan hidupmu sendiri, bukan di luar diri, bukan pada temanmu,” tegasnya.

Reflesi para OMK dalam kelompok

Refleksi yang disampaikan Romo Wens kemudian didalami dalam sesi refleksi kelompok. Dalam kelompok-kelompok ini, para OMK membagikan pengalaman pribadi mereka dalam menanggapi dua pertanyaan utama yang menjadi fokus utama kegiatan Kirab Salib HOMS 2026 .(Vsh)

Related Articles

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

phone hack apply job vacancy nonton film streaming teknosehat blog kesehatan, kecantikan, dan teknologi