Berkatnews.com – Bedukang, Sungailiat – Sukacita menyelimuti Dusun Bedukang, Stasi Bedukang, Paroki Sungailiat, Jumat (1/5/2026), saat umat menyambut Misa Syukur Tahbisan Imam Baru, Romo Lorensius Novensus. Perayaan iman ini digelar di kediaman orang tua Romo Aven sebagai ungkapan syukur atas rahmat Sakramen Imamat dan perutusan baru sebagai pekerja di kebun anggur Tuhan.
Misa Syukur dipimpin langsung oleh Bapa Uskup Adrianus Sunarko,OFM Uskup Keuskupan Pangkalpinang, bersama para imam konselebran serta enam imam baru lainnya. Sejak sebelum perayaan dimulai, suasana meriah sudah terasa lewat tari penyambutan yang dilakukan di empat titik, dimulai dari Paroki Sungailiat hingga menuju lokasi perayaan.

Prosesi perarakan penyambutan Imam Baru

Suasana Misa Syukur Tahbisan Imam Baru
Hujan deras yang turun tidak mengurangi antusiasme umat. Ratusan umat, bersama para biarawan dan biarawati, tetap setia hadir dan memadati lokasi misa.
Perayaan Ekaristi ini menonjolkan moto hidup yang dipilih Romo Aven sebagai dasar pelayanannya, yakni “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil” (Mat 11:25).

Romo Aven akan bertugas sebagai Pastor Vikaris di Paroki Koba
Homili Misa Syukur ini dibawakan oleh Romo Aven, Dalam homili imam kelahiran Sungailiat itu membagikan kisah perjalanan panggilannya. Ia mengungkapkan bahwa imamat yang diterimanya adalah rahmat dan anugerah Allah.
“Aku menyadari bahwa rahmat panggilan ini adalah berkat. Anugerah dan sukacita Injil yang Tuhan berikan padaku.Padahal jika aku melihat diriku, aku merasa kecil,
meraguk, dan tak pantas menerima rahmat”, ungkapnya.
Di tengah keterbatasan, keraguan, dan rasa kecil yang pernah ia alami, Tuhan tetap setia menyertai dan memanggilnya untuk ambil bagian dalam karya keselamatan. Ia juga mengajak umat mendoakan dirinya dan keenam imam baru lainnya agar tetap setia dan bersukacita dalam panggilan.

Sambutan Bapa Uskup Adrianus
Sementara itu, dalam sambutan disampaikan Bapa Uskup Adrianus menanggapi sharing Romo Aven dengan mengingatkan bahwa panggilan imamat tak lepas dari dinamika hidup, baik dalam kelimpahan maupun kekurangan, dalam kenyang maupun lapar. Semua perjuangan itu, ditegaskan Uskup, hanya dapat dijalani dengan bersandar pada Kristus yang memberi kekuatan.
Menjelang berkat penutup, momen haru terjadi ketika Romo Aven secara khusus memberikan berkat bagi orang tua dan keluarganya sebagai ungkapan terima kasih atas doa dan dukungan yang tak pernah putus. Lalu sebelum meninggalkan altar, Bapa Uskup bersama para imam berdoa dan menyanyikan sebuah lagu di hadapan Bunda Maria.

Perayaan ini sebuah peneguhan bahwa tahbisan bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan panjang pelayanan. Umat diajak untuk terus mendoakan ketujuh imam baru agar setia berjalan dalam panggilan, melayani dengan rendah hati, dan menjadi “roti yang terpecah” bagi siapa pun yang membutuhkan.
Usai Misa Syukur, sukacita berlanjut dalam suasana ramah tamah, hiburan pentas, dan makan malam bersama menutup hari penuh rahmat dengan kebersamaan. (Vsh)
