Pangkalpinang, Berkatnews.com – Memasuki hari ketiga pertemuan para imam Keuskupan Pangkalpinang, suasana berubah lebih hening dan reflektif. Kamis (23/4/2026), para imam diajak masuk ke ruang permenungan melalui sesi rekoleksi bertema Spiritualitas Ekologi Integral Paus Fransiskus. Materi sesi keempat ini dibawakan oleh RP Dr. Andreas B. Atawolo, OFM, Dosen Teologi Dogmatik STF Driyarkara Jakarta, beliau juga merupakan lulusan Universitas Kepausan Antonianum, Roma.
Dalam pemaparannya, Romo Andreas mengajak para imam menimba pesan-pesan iman dari ensiklik dan seruan apostolik yang ditulis oleh Paus Fransiskus, terutama Laudato Si’ dan Laudate Deum, namun sampai juga pada permenungan tentang ensiklik yang keempat yang ditulis oleh Paus Franciscus yaitu DiLexit Nos. (Dia Mengasihi Kita).

Bapa Uskup menyerahkan Godie Bag dan sertifikat pada Romo Andreas
Inti pesannya jelas yaitu membangun ekologi integral tidak dimulai dari program besar, melainkan dari pembaruan sikap batin.
Romo Andreas menegaskan, luka yang dialami bumi sejatinya mencerminkan luka dalam hati manusia. Ketika hati dibarui, kesadaran untuk merawat ciptaan pun tumbuh dengan sendirinya.
Dalam wawancara bersama tim Komsos dan Berkatnews, ia mengutip spiritualitas Santo Bonaventura dengan mengajak para imam untuk kembali mengagumi alam ciptaan.
“Rasa kagum itu pintu masuk untuk bertumbuh dalam iman,” ujarnya.

Wawancara Romo Andreas bersama Tim Komsos dna Berkatnews
Ia mengibaratkan kekaguman pada karya seni yang selalu mengantar orang bertanya tentang sang seniman.
“Kalau saya merasa kagum pada suatu seni, itu berarti saya bertanya, siapa sang seniman yang membuat karya yang mengagumkan ini? Begitu juga kalau saya melihat alam, saya tidak boleh berhenti hanya melihat alam sebagai benda”, ungkapnya.
Demikian pula alam bukan sekadar objek, melainkan tanda yang menuntun manusia membangun relasi yang lebih dalam dengan Tuhan Sang Pencipta. Dari sanalah panggilan untuk memulihkan luka bumi menemukan akarnya dari hati yang diolah, iman yang diperdalam, dan tindakan yang lahir dengan penuh kesadaran. (Vsh)
