Dabo Singkep, Berkatnews.com – Orang Muda Katolik Santo Paulus Dabo Singkep Paroki Santo Carolus Borromeus Ujung Beting pada Kamis, 28 Mei 2026 melaksanakan kegiatan bakti sosial di kawasan wisata Air Terjun Batu Ampar-Dabo Singkep. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian Orang Muda Katolik terhadap lingkungan hidup sekaligus wujud tanggung jawab bersama dalam merawat bumi sebagai rumah bersama.
Sebelum memulai kegiatan bakti sosial, seluruh anggota OMK terlebih dahulu mengikuti Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Shimply Lowam selaku Moderator OMK Paroki Santo Carolus Borromeus Ujung Beting. Dalam homilinya, Romo Shimply menekankan pentingnya kesadaran dan tanggung jawab kaum muda dalam menjaga lingkungan hidup. Ia mengajak Orang Muda Katolik untuk tidak hanya berbicara tentang kepedulian terhadap bumi, tetapi juga berani memulai dari tindakan-tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Membersihkan Kawasan Wisata Air Terjun
“Merawat bumi sebagai rumah bersama dimulai dari hal-hal kecil, seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan lingkungan rumah, dan memiliki kesadaran untuk mencintai alam ciptaan Tuhan,” ungkap Romo Shimply dalam homilinya.
Setelah selesai merayakan Ekaristi, rombongan OMK melanjutkan perjalanan menuju tempat wisata Air Terjun Batu Ampar untuk melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan membersihkan sampah-sampah plastik yang berserakan di kawasan wisata tersebut. Dengan penuh semangat, Orang Muda Katolik memungut sampah di sekitar area air terjun sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan alam.

Membersihkan Kawasan Wisata Air Terjun
Ketua OMK Santo Paulus Dabo Singkep, Yogi Sitohang, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari partisipasi OMK dalam mendukung Seruan Pastoral Keuskupan Pangkalpinang yang pada tahun ini mengangkat fokus pastoral tentang tanggung jawab bersama untuk merawat bumi sebagai rumah bersama.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar membersihkan sampah, tetapi juga menjadi bentuk kesadaran dan tanggung jawab kami sebagai Orang Muda Katolik untuk menjaga bumi ciptaan Tuhan. Kami ingin tempat wisata Air Terjun Batu Ampar ini tetap bersih, indah, dan nyaman bagi masyarakat yang datang berkunjung,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus terus dibangun, terutama di kalangan kaum muda. Saat ini masih banyak ditemukan sampah yang dibuang sembarangan, baik di lingkungan masyarakat maupun di tempat-tempat wisata. Kesadaran masyarakat terhadap persoalan sampah masih perlu ditingkatkan karena sampah yang dibiarkan berserakan dapat merusak keindahan alam dan mencemari lingkungan.

Kebersamaan OMK membersihkan sampah – sampah
Kegiatan bakti sosial ini turut didampingi langsung oleh Moderator OMK Paroki, Romo Shimply Lowam. Melalui kegiatan ini, OMK Santo Paulus Dabo Singkep berharap dapat menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau kelompok tertentu saja, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat.
Orang Muda Katolik dipanggil untuk menjadi generasi yang peduli, berani memberi contoh, dan terlibat langsung dalam menjaga kelestarian alam. Kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari panggilan iman, sebab manusia dipanggil untuk menjaga dan merawat ciptaan Tuhan dengan penuh tanggung jawab.

Paus Fransiskus dalam Ensiklik Laudato Si’ telah mengajak seluruh umat manusia untuk memiliki kepedulian terhadap bumi sebagai rumah bersama. Paus menegaskan bahwa bumi ini adalah anugerah Tuhan yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya dalam keadaan baik. Seruan yang sama kembali ditegaskan oleh Paus Leo XIV dalam ensiklik terbarunya yang kembali mengingatkan pentingnya tanggung jawab manusia dalam merawat bumi di tengah berbagai tantangan zaman modern.
Melalui kegiatan bakti sosial ini, Orang Muda Katolik Santo Paulus Dabo Singkep ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Merawat bumi dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana, dari diri sendiri, dari rumah, dan dari lingkungan sekitar, sehingga tercipta budaya hidup yang semakin peduli terhadap kebersihan dan kelestarian alam. (Yogi Sitohang/Vsh).
