Home GEREJA Delapan Frater Keuskupan Pangkalpinang Ikrarkan Janji Selibat Menjelang Tahbisan Diakon

Delapan Frater Keuskupan Pangkalpinang Ikrarkan Janji Selibat Menjelang Tahbisan Diakon

by Veronika Suci Handayani

Pangkalpiang, Berkatnews.com – Sehari sebelum menerima Tahbisan Diakon, delapan Frater Keuskupan Pangkalpinang mengikrarkan Janji Selibat dalam Ibadat di Kapel Keuskupan Pangkalpinang, Sabtu (15/8/2026). Janji tersebut diikrarkan di hadapan Uskup Keuskupan Pangkalpinang, Mgr. Adrianus Sunarko, OFM, sebagai bagian dari persiapan terakhir menuju tahbisan yang akan dilaksanakan Minggu (16/8/2026).

Dalam ikrar tersebut, kedelapan calon diakon menyatakan kesediaan untuk hidup miskin, selibat, dan taat kepada Uskup serta para penggantinya. Janji Selibat kemudian ditandatangani oleh para frater dan Uskup Adrianus.

Ikrar Janji Selibat 8 Calon Diakon

Kedelapan frater yang mengikrarkan Janji Selibat yakni Frater Hariadi Barutu, Frater Gregorius Agung, Frater Alberto Baresa, Frater Bernadus Aldi, Frater Agustinus Kurniawan, Frater Paulo Alfredo, Frater Yohanes Ricky, dan Frater Leonardo Aditya.

Rangkaian ibadat kemudian dilanjutkan dengan pemberkatan alba dan dalmatik yang akan dikenakan setelah mereka ditahbiskan menjadi diakon.

Alba merupakan jubah putih panjang yang melambangkan kemurnian dan rahmat baptis. Sementara dalmatik merupakan pakaian khusus yang dikenakan diakon dalam perayaan Ekaristi dan ibadat lainnya. Stola diakon dikenakan secara diagonal dari bahu kiri melintang ke pinggang kanan.

Bapa Uskup memberikan pesan bagi 8 calon Diakon

Dalam pesan kepada para calon diakon, Mgr. Adrianus menjelaskan bahwa Janji Selibat tidak hanya dimaknai sebagai bentuk pengendalian diri, tetapi memiliki makna spiritual dalam mengikuti Kristus.

“Tentu saja ada motif spiritual dalam konteks penghayatan diakon atau imam. Janji selibat bukan hanya dalam kerangka sebagai manusia menahan diri atau lain sebagainya, tentu ada Kristus di dalamnya,” ungkap Mgr. Adrianus.

Menurutnya, Janji Selibat menjadi jalan untuk semakin dekat dengan Kristus, sehingga para calon diakon semakin bebas dan bersedia mengikuti Kristus serta menjalankan perutusan ke mana pun diutus.

“Penghayatan janji selibat itu bukan hanya tidak ada kasus, jangan sampai ada kasus juga, tapi janji selibat itu penghayatan rohani kita dalam mengikuti Kristus supaya kita menjadi lebih bebas atau terbuka, kredibel dan bersedia melaksanakan misi yang diutus,” jelasnya.

Ibadat ini sekaligus menutup masa persiapan rohani yang telah dijalani para calon diakon melalui doa, renungan, dan retret singkat sebelum menerima Sakramen Tahbisan Diakon pada Minggu (16/8/2026). (Vsh)

You may also like

Leave a Comment

hacked by rexom

hacked by rexom
phone hack apply job vacancy nonton film streaming teknosehat blog kesehatan, kecantikan, dan teknologi