BerkatNews.com. Keuskupan Agung Saigon, Vietnam akan menyelenggarakan Workshop AsIPA pada 31 Juli sampai 4 Agustus 2017 di Pastoral Center Keuskupan Agung Saigon.
Pastor Louis TUAN Anh NGUYEN, direktur Komisi Keluarga Keuskupan Agung dan Sekretaris Konferensi Waligereja Vietnam (CBCV) adalah co-organizer dengan FABC OLF, AsIPA Desk. Sepuluh orang panitia lokal ditambah dua orang Tim Sumber Daya AsIPA (AsIPA Resource Team) Br. Michael Thinaratana Komkris dan Bibiana Joo-hyun Ro bertemu untuk persiapan workshop AsIPA ini pada 13 Maret 2017 di Kantor Konferensi Waligereja Vietnam.
Diharapkan hadir sekitar 70 peserta dari 14 dekanat Keuskupan Agung Saigon, 20 perwakilan dari asosiasi/ kategorial dan 15 dari keuskupan di sekitarnya. Uskup Peter Nguyen Van Kham dari Keuskupan My Tho akan memberikan pembicara utama bersama Uskup Agung Paul Bui Van Doc yang akan memimpin pada Misa pembukaan dan Uskup Joseph Do Manh Hung pada Misa penutupan.
Diterjemahkan oleh costmust/BerkatNews.com dari Majalah Laity, FABC Edisi April-Juni 2017










Mengakhiri sesi evaluasi, Moderator Bapak Herman Simbolon merangkum bahwa semua hal yang telah di diskusikan sudah ada di MGP dan NKGP, sebagai “Haluan dan UU” nya di Keuskupan Pangkalpinang, “Jadi kalau ada orang yang tidak mau mengikuti pedoman ini, berarti ia memunggungi hasil Sinode II Keuskupan Pangkalpinang“, tutupnya.
Untuk menjawab pertanyaan ini, kita mesti mencatat prinsip ini. Struktur atau Organ dalam organisasi diperlukan untuk mendukung atau bahkan menjadi instrumen penting bagi perwujudan tujuan yang ditetapkan. Berdasarkan prinsip itu maka, sebelum berbicara mengenai organ atau struktur kita perlu memperhatikan dan memahami tujuan atau arah perziarahan kita.

«17. Keprihatinan: saya mengakui bahwa semua paroki di keuskupan kita sangat giat dengan berbagai kegiatan pastoral. Untuk semua ini saya sungguh berterima kasih. Tetapi haruslah diakui pula bahwa semua kegiatan itu belum keluar visi yang ingin kita capai atau belum diarahkan kepada visi. Kegiatan-kegiatan dilaksanakan tanpa visi, tanpa arah. Dalam pekan evaluasi yang lalu, dikatakan bahwa visi Keuskupan Pangkalpinang belum disosialisasikan kepada umat. Karena itu banyak umat belum mengetahui ke arah mana komunitas paroki hendak pergi; banyak umat belum mengetahu pedoman arah mana yang kita pakai; banyak umat belum tahu apa yang menjadi tolok ukur segala kegiatan pastoral kita. Kenyataan ini sungguh menyedihkan. Sebab kalau visi tidak dikenal, bagaimana orang bisa melaksanakan berbagai kegiatan yang terarah kepada visi. Kebanyakan kita melaksanakan karya demi karya itu bukan demi tercapainya visi.

Para Rasul, pada hari Kenaikan, jumlahnya 11 orang
Kunjungan Ke seminari Menengah Mario Jhon Boen
Gua Maria Kanaan – Batu Rusa Bangka
Pusara Alm Mgr.Hilarius Moa Nurak, SVD