Home Asian Church Semangat Persaudaraan dan Panggilan Mewarnai Hari Pertama Jambore Seminari Menengah Se-Sumatera 2026

Semangat Persaudaraan dan Panggilan Mewarnai Hari Pertama Jambore Seminari Menengah Se-Sumatera 2026

by Veronika Suci Handayani

Sibolga ,Berkatnews.com – Sukacita dan semangat persaudaraan mewarnai pembukaan Jambore Seminari Menengah Se-Sumatera Tahun 2026 yang berlangsung di Seminari Menengah St. Petrus Aek Tolang, Sibolga, Selasa (23/6). Kegiatan yang mempertemukan para seminaris dari berbagai seminari menengah di Pulau Sumatera ini menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan sekaligus memperdalam panggilan hidup sebagai calon pelayan Gereja.

Kedatangan para peserta dan tamu undangan disambut secara hangat oleh Uskup Sibolga, Mgr. Fransiskus Tuaman Sinaga, bersama Rektor Seminari Menengah St. Petrus Aek Tolang, panitia pelaksana, serta seluruh keluarga besar seminari. Suasana penuh kegembiraan semakin terasa ketika penyambutan ditandai dengan pelepasan balon oleh Uskup Sibolga bersama para tamu undangan sebagai simbol persaudaraan dan harapan yang menyatukan seluruh seminaris se-Sumatera.

Penyambutan kedatangan peserta

Simbolis penerbangan balon

 

Nuansa budaya lokal turut memperkaya perayaan tersebut. Para peserta kemudian diarak menuju tempat kegiatan dengan iringan tarian khas Batak Toba yang menggambarkan keramahan masyarakat setempat sekaligus menjadi ungkapan sukacita atas perjumpaan para calon imam dari berbagai keuskupan.

Rangkaian pembukaan Jambore Seminari Menengah Se-Sumatera 2026 dilanjutkan dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Uskup Sibolga, Mgr. Fransiskus Tuaman Sinaga. Dalam homilinya, beliau mengajak seluruh seminaris untuk berani memilih dan menapaki “jalan yang sempit”, yakni jalan pembinaan yang menuntut kedisiplinan, pengorbanan, serta kesungguhan dalam mengembangkan aspek intelektual, kepribadian, sosial, dan semangat kerja sama.

“Jalan sempit” tersebut, menurut beliau, merupakan jalan yang membentuk pribadi seorang calon imam. Sebaliknya, para seminaris diingatkan untuk menghindari “jalan lebar” yang dipenuhi egoisme, pencarian kesenangan duniawi, sikap kompromistis terhadap nilai-nilai, serta budaya instan yang dapat menjauhkan seseorang dari tujuan panggilannya.

Setelah perayaan Ekaristi, pembukaan Jambore Seminari Menengah Se-Sumatera 2026 secara resmi ditandai dengan pemukulan gong oleh Mgr. Fransiskus Tuaman Sinaga bersama para tamu undangan. Bunyi gong yang bergema menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan jambore yang akan berlangsung dalam suasana pembinaan, kebersamaan, dan persaudaraan.

Sesi pembinaan oleh Pastor Irfantinus Tarigan, imam Diosesan Keuskupan Agung Medan

Memasuki sesi pembinaan hari pertama, para seminaris memperoleh kesempatan untuk mendalami tema panggilan melalui materi yang dibawakan oleh Pastor Irfantinus Tarigan, imam Diosesan Keuskupan Agung Medan. Dalam pemaparannya, Pastor Irfantinus mengajak para seminaris untuk kembali menemukan akar panggilan hidup mereka.

Beliau menegaskan bahwa seorang seminaris dipanggil untuk berakar dalam kasih dan bertumbuh dalam semangat kebersamaan. Akar yang kuat akan membantu seseorang menemukan arah dan tetap setia dalam menjawab panggilan Tuhan. Oleh karena itu, para seminaris diajak untuk memilih nilai-nilai yang menjadi pusat hidup mereka dan menjadikan Yesus Kristus sebagai akar terdalam dari seluruh perjalanan panggilan.

“Menjadi imam pertama-tama bukan karena keinginan pribadi atau motivasi duniawi, melainkan karena Tuhan sendiri,” demikian salah satu penekanan yang disampaikan Pastor Irfantinus.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa seseorang yang sungguh berakar dalam Kristus akan memiliki kecerdasan spiritual yang matang. Hidupnya akan teguh dalam firman dan kebenaran Allah, bijaksana dan peka dalam membedakan apa yang benar dan berkenan kepada Tuhan, serta mampu membangun kehidupan bersama yang menghadirkan damai, sukacita, dan buah-buah kebaikan dalam setiap langkah.

Hari pertama Jambore Seminari Menengah Se-Sumatera 2026 pun ditutup dengan semangat yang semakin berkobar. Perjumpaan ini bukan sekadar ajang berkumpulnya para seminaris dari berbagai daerah, melainkan juga menjadi kesempatan berharga untuk meneguhkan panggilan, mempererat persaudaraan, dan semakin berakar kuat dalam Kristus sebagai sumber dan tujuan seluruh perjalanan hidup para calon imam. (penulis : Rm Greg)

Related Articles

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

phone hack apply job vacancy nonton film streaming teknosehat blog kesehatan, kecantikan, dan teknologi