Petrus Kanisius: Puji Tuhan Saya Lulus Masuk Seminari

Remaja Misioner dari Paroki Maria Bunda Pembantu Abadi ini tahun ini lolos masuk Seminari Menengah Mario John Boen Pangkalpinang (SMMJB). Di parokinya, ia adalah salah satu dari 4 calon seminaris yang telah dinyatakan lulus. Bagaimana sih Petrus bisa memutuskan masuk seminari? Mari kita simak.

Di “bully” Gara-gara ingin jadi Pastor

Awalnya memang dia tidak tahu cita-citanya. Di sekolah ia pernah menjawab ingin menjadi polisi ketika ditanya seorang guru. Ia mengaku tak tahu harus menjawab apa, dan ia hanya ikut jawaban kawan-kawannya. Apa itu cita-cita baru ia tahu ketika kelas 3 SD; ketika itu ayahnya, Elias Kobe menanyakan cita-citanya. Saat itu juga ayahnya memberikan masukan untuk masuk seminari dan menjelaskan apa itu seminari.

Keinginan untuk masuk seminari semakin kuat. Walau tak jarang ia di bully oleh teman-temannya di sekolah. Terlebih ketika masuk SMP, putera sulung pasangan Elias Kobe dan Maria Deran Tupen ini sering di “ejek” karena ingin menjadi pastor. “Saya sering di ejek, pastor tak nikahlah, tak bisa punya keturunan lah…” ungkapnya mengenang. Ketika BerkatNews bertanya kenapa tetap ingin jadi pastor walau di ejek, ia mengaku bahwa ia dapat bertahan karena aktif dalam berbagai kegiatan gereja; diantarnya aktif sebagai misdinar, anggota THS-THM dan aktif di KBG.

Aktif di Komunitas Basis

Sejak kecil Petrus memang aktif dalam kegiatan komunitas, KBG St. Angelus dari Yerusalem. Hal ini didukung juga karena ayahnya adalah ketua komunitas. Tak hanya aktif ketika kegiatan Sekami di KBG namun juga dalam doa mingguan KBG.

Juara 1 Lomba Rangking 1 Tingkat SMP

Petrus sudah dua kali mengikuti Jambore Akbar Remaja Misioner (JARI). Pertama di Teluk Dalam – Tanjungpinang dan kedua sekarang, JARI IV. Pada JARI IV ini, ia mendapat tugas dalam quiz jambore tingkat SMP dan berhasil sebagai juara 1.

Benih Panggilan

Petrus adalah salah satu dari puluhan remaja di Kevikepan Kepri yang telah memutuskan untuk menjadi seorang imam melalui pendidikan di seminari. Dari antara mereka ada yang masih duduk di seminari SMMJB Pangkalpinang dan ada juga yang telah kuliah di berbagai Sekolah Tinggi Filsafat Teology. Benih-benih panggilan yang subur di wilayah ini perlu terus dikembangkan dengan berbagai bentuk wadah-wadah pembinaan; kantong-kantong benih panggilan. Mari kita juga setia berdoa untuk panggilan ini.

(costmust)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.