Pangkalpinang,Berkatnews.com – “Aku Tidak Akan Melupakan Engkau” (Yes. 49:15). Sabda Tuhan yang menjadi tema Hari Kakek Nenek dan Lansia Sedunia ke-6 tidak hanya direnungkan, tetapi sungguh dihidupi oleh Komunitas Basis Gerejani (KBG) St. Yohanes XXIII. Pada Minggu (26/7), umat KBG merayakan hari istimewa tersebut dengan mengunjungi para kakek, nenek, dan lansia yang berada di lingkungan mereka sebagai ungkapan kasih, penghormatan, dan perhatian Gereja kepada mereka yang telah menjadi pewaris iman dan nilai-nilai kehidupan.
Kegiatan diawali dengan doa bersama di salah satu rumah umat. Setelah menerima perutusan, 12 orang warga KBG yang lebih muda plus anak-anak dibagi menjadi tiga tim untuk mengunjungi para lansia di beberapa rumah. Setiap tim mengunjungi dua hingga tiga orang lansia. Salah seorang yang dikunjungi bahkan bukan beragama Katolik, namun anaknya merupakan warga KBG St. Yohanes XXIII. Hal ini menjadi tanda bahwa kasih dan perhatian dapat menjangkau siapa saja.
Di setiap rumah, tim mengadakan ibadat singkat, membacakan Sabda Tuhan sesuai tema Hari Kakek Nenek dan Lansia Sedunia, mendoakan para lansia beserta keluarga mereka, kemudian berbincang dengan penuh keakraban. Mereka diajak mengenang kondisi alam pada masa lalu, berbagi kearifan dalam merawat lingkungan, serta menyampaikan pesan bagi generasi muda agar tetap menjaga kelestarian bumi sebagai rumah bersama.

Setiap tim membawa bingkisan berupa kaos, handuk, aneka makanan ringan, dan sebuah pot tanaman hidup. Seluruh bingkisan tersebut disiapkan dari sumbangan sukarela umat serta kas KBG St. Yohanes XXIII sebagai wujud semangat kebersamaan dalam melayani para lansia.
Pot tanaman dipilih bukan sekadar sebagai hadiah, tetapi sebagai simbol. Tanaman yang terus bertumbuh diharapkan menjadi pengingat bahwa para lansia tidak pernah dilupakan. Sebaliknya, sebagaimana tanaman terus hidup dan berkembang, demikian pula iman, nilai-nilai kehidupan, dan kebijaksanaan yang telah mereka wariskan akan terus bertumbuh dalam diri generasi muda.
Pemilihan tanaman juga berangkat dari hasil pendalaman iman KBG melalui Modul Fokus Pastoral II Keuskupan Pangkal Pinang, Merawat Bumi sebagai Rumah Bersama, dengan tema Rumah Bersama yang Diwariskan dan Rumah Bersama yang Menjadi Kenangan. Dari pendalaman tersebut, umat diajak menyadari bahwa merawat bumi juga berarti menghargai mereka yang telah mewariskan kehidupan, iman, dan nilai-nilai luhur kepada generasi berikutnya.
Kunjungan ini meninggalkan kesan mendalam bagi para lansia. Ketika diajak merenungkan tema “Aku Tidak Akan Melupakan Engkau” dan ditanya bagaimana perasaan mereka mengetahui bahwa Allah tidak pernah meninggalkan mereka, meskipun terkadang merasa kurang diperhatikan oleh anak atau cucu, mereka spontan mengungkapkan rasa bahagia dan syukur. Beberapa bahkan tampak menitikkan air mata karena merasa didengarkan dan dihargai.

Usai seluruh kunjungan, ketiga tim kembali berkumpul di rumah umat lainnya untuk berbagi pengalaman dan menutup kegiatan dengan doa bersama. Dalam refleksi tersebut, seluruh peserta sepakat bahwa kunjungan kepada para lansia perlu terus dilanjutkan sebagai bentuk perhatian nyata KBG. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan yang kedua setelah pertama kali diadakan pada tahun lalu, dengan tambahan simbol pot tanaman yang semakin memperkaya makna perayaan tahun ini.

Melalui kegiatan sederhana ini, KBG St. Yohanes XXIII ingin menghadirkan pesan bahwa para kakek, nenek, dan lansia bukanlah pribadi yang terlupakan. Mereka adalah pewaris iman, penjaga kenangan, dan sumber kebijaksanaan yang terus memberi kehidupan bagi keluarga, Gereja, dan masyarakat.
Penulis : Lidwina Lan Cen
