Home GEREJAKeuskupan Pangkalpinang 8 Imam Baru Kembali ke Rumah, Tempat Pertama Benih Ditanam

8 Imam Baru Kembali ke Rumah, Tempat Pertama Benih Ditanam

by Veronika Suci Handayani

Pangkalpinang,Berkatnews.com — Sukacita,tawa dan kegembiraan terasa di halaman Seminari Menengah Mario John Boen. Senin (27/4/2026), delapan imam baru kembali menjejakkan kaki di tempat pertama benih panggilan mereka ditanam. Bukan sekadar pulang, mereka datang sebagai buah hasil panen ke – 2  dari kebun sendiri.

Delapan imam baru ini merupakan lulusan angkatan ke – 2 Seminari Menengah Mario John Boen Pangkalpinang. Tujuh di antaranya ditahbiskan pada 26 April 2026 dan memilih mengabdikan diri sebagai imam Keuskupan Pangkalpinang. Sementara satu imam lainnya, Romo Lukas F. Simangunsong, yang ditahbiskan pada 11 Januari lalu, bergabung dalam Barisan Imam Keuskupan Sibolga.

Misa Syukur 8 Imam Baru

Peristiwa ini menjadi catatan tersendiri dalam sejarah Keuskupan Pangkalpinang. Untuk pertama kalinya terjadi peristiwa langka, tujuh imam baru ditahbiskan dalam satu angkatan dan berasal dari satu rumah pembinaan yang sama.

Sebagai ungkapan sukacita atas “Panen di Kebun Sendiri” ini, digelar “Perayaan Syukur Atas Panggilan dan Misa Perdana Angkatan ke-2 SMAK Seminari Mario John Boen”  sebagai awal pelayanan kasih para imam baru.

Bapa Uskup Adrianus Memimpin Perayaan Syukur bersama 8 Imam Baru

Para Imam konselebran ikut dalam Misa Syukur

Perayaan Ekaristi dipimpin langsung oleh Bapa Uskup Adrianus Sunarko OFM berdama 8 Imam baru dan para Imam konselebran dan di hadiri Umat, para Biarawan -Biarawati. Sebelum misa dimulai, delapan imam baru dijemput dalam prosesi tari sambutan dan dikalungi sebagai tanda menyambut kedatangan Imam Baru.

Di seminari inilah, delapan imam ini pertama kali belajar mendengar suara Tuhan belajar taat, setia, dan mencintai Gereja. Momen ini menjadi perjumpaan antara masa lalu yang membentuk, masa kini yang mengutus, dan masa depan yang menanti untuk dilayani.

Proses penjemputan Imam Baru

Selama 15 tahun perjalanan Seminari Menengah Mario John Boen, kebun ini telah menghasilkan sepuluh imam baru. Delapan di antaranya kini kembali, berdiri di altar yang sama, sebagai saksi bahwa benih yang dirawat dengan setia akan berbuah pada waktunya.

Homili pada perayaan ini disampaikan oleh Romo Silvester Rasun Moro, yang sehari-hari bertugas di Seminari Menengah Mario John Boen. Dengan gaya penuh canda dan reflektif, ia mengajak umat melihat panggilan imamat melalui analogi kebun anggur.

Perdana Romo Silverster menyampaikan kotbah di rumah pertamanya

Ia berkisah tentang tulisannya di majalah seminari, Peziarah Harapan di Kebun Anggur Tuhan. Dalam refleksinya, seminari diibaratkan sebagai kebun anggur Tuhan, tempat benih-benih panggilan ditabur, disemai, disiram, dipupuk, hingga akhirnya tumbuh dan ditanam kembali untuk berbuah.

“Ini analogi ekologis,” ungkapnya, seraya mengaitkan proses alam dengan perjalanan panggilan imamat. Benih panggilan tidak tumbuh sendiri, melainkan melalui penggarapan bersama.

Ia pun mengajak seluruh umat untuk mengambil bagian dalam merawat panggilan, sebagaimana ditegaskan dalam dokumen Pastores Dabo Vobis. Menjadi imam,  bukan hanya urusan pribadi, tetapi tanggung jawab bersama. Doa menjadi langkah pertama, disusul peran keluarga yang dengan rela hati mengikhlaskan anak-anaknya untuk menjawab panggilan Tuhan, sekaligus mendidik dan membimbing generasi sejak dini.

Usai Perayaan Syukur dan Misa Perdana, sukacita dilanjutkan dengan pesta hiburan bersama yang menampilkan beragam pertunjukan. Tawa dan kebersamaan mengalir hingga penutupan acara, menyatukan para seminaris, imam baru, dan umat dalam suasana riang gembira.

Semoga perayaan ini menjadi kekuatan bagi para imam baru untuk maju lebih bersuka cita dalam imamat di dalam gereja partisipatif sinodal. (Vsh)

Related Articles

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

phone hack apply job vacancy nonton film streaming teknosehat blog kesehatan, kecantikan, dan teknologi