Angkatan Pertama Seminari Menengah, Mozaik Mgr Hila SVD di Pangkalpinang, Ikut UN

Setelah kurang lebih dua puluh tujuh tahun menjadi Uskup di Keuskupan Pangkalpinang, akhirnya Mgr Hilarius Moa Nurak SVD menunjukkan mosaik episkopalnya. Salah satu bukti mozaiknya itu, tidak lain adalah berdirinya Seminari Menengah Mario John Boen (SMMJB).

Dan hari ini, sedikitnya 12 orang siswa Seminari Menengah Mario John Boen (SMMJB) Keuskupan Pangkalpinang angkatan pertama itu, mengikuti Ujian Nasional (UN) yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud-RI) sejak Senin-Rabu, 4-6 April 2016, bertempat di gedung sekolah seminari di jalan Solihin GP Dalam, Kelurahan Gajah Mada, Kecamatan Rangkui kota Pangkalpinang.

Kepala sekolah seminari Mario John Boen Romo Aloysius Angus Pr mengatakan, ujian nasional tahun 2016 ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. “Jika tahun-tahun sebelumnya kan UN menentukan kelulusan, tapi tahun ini hasil UN hanya sebagai pemetaan untuk Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta, dengan kategori nilai baik, sangat baik, cukup atau kurang,” kata Romo Aloysius kepada BNC, Selasa (5/4) pagi.

Meski kelulusan ditentukan oleh pihak sekolah lewat ujian sekolah yang telah diselenggarakan awal Maret silam, namun dia tetap menghimbau para siswa untuk menyelesaikan soal-soal ujian dengan sebaiknya, karena hasil ujian para siswa turut menetukan mutu sekolah kedepan. “Semoga hasil akhir dari UN anak-anak ini masuk kategori great B ke ataslah, karena hasil tersebut turut menetukan mutu sekolah kita,” imbuhnya berharap.

Ketika disinggung soal apakah pelaksanaan ujian di SMJB saat ini sudah Berbasis Komputer (UNBK) atau manual, Romo Aloy menjelaskan sejauh ini masih menggunakan sistem manual disebabkan oleh keterlambatan pihak sekolah untuk melapor. “Alat-alatnya sebenarnya sudah ada, hanya karena terlambat melapor saja. Tapi tahun depan amat mungkin ujiannya berbasis komputer,” Pungkasnya menjelaskan.

Optimis Lulus Sesuai Standar

Sementara itu ketua panitia pelaksana UN, Robertha Endah Kusdiwati, kepada BNC menuturkan bahwa terkait persiapan UN selama ini telah dilaksanakan try out, pendalaman materi dan soal di setiap pelajaran. Berdasarkan persiapan-persiapan tersebut, salah satu staf pengajar yang karib disapa Endah ini optimis bahwa kedua belas siswa tersebut dapat lulus sesuai standar UN yang ditentukan minimal predikat B.

“Karena ini angkatan pertama, tentu kita berharap agar hasil ujiannya juga baik karena secara tidak langsung akan menjadi penyemangat untuk angkatan selanjutnya, supaya standar ini makin hari makin meningkat,” pungkanya kepada BNC ketika dikonfirmasi.

Untuk diketahui, mata pelajaran yang diikuti para siswa seminari antara lain Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan tiga mata pelajaran kejuruan IPS yakni: Geografi, Sosiologi, dan Ekonomi.

Adapun kedua belas siswa angkatan perintis SMMJB itu yakni: Agnesio Sitio dan Gregorius Gilberto Casadeiasal paroki St. Damian Bengkong-Batam, Fransiskus Rangga asal paroki Kerahiman Ilahi Tiban-Batam,Romanus Arnaldo Doi asal paroki MBPA Tembesi-Batam, Nicolas Novianto, Yohanes Nainggolan, danYeremias Mangu Jaga asal paroki HSMTB Tanjungpinang, Timothy Putra Lodovikus asal paroki Tanjung Balai Karimun, Lukas Reinhard asal paroki St. Petrus Lubuk Baja-Batam, Tarsisius Ramto Idong asal paroki Muntok-Bangka Barat, Marianus Nong Fandi asal paroki Koba-Bangka Tengah, dan Yosef Damianus Saltor asal paroki Belinyu-Bangka Utara.(SHL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *