Denpasar, Berkatnews.com – Pertemuan Animator Nasional dan Dewan Nasional KMKI berlangsung di Catholic Center Keuskupan Denpasar, 15–19 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bersama bagi para animator, staf dan tim Setnas, serta Dewan Nasional untuk memperdalam semangat pelayanan dan menghidupi nilai-nilai misioner dalam perutusan KMKI.
Sebanyak 28 peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang terdiri atas 14 animator, lima staf dan tim Setnas, serta sembilan anggota Dewan Nasional dan narasumber. Para peserta tiba di Catholic Center Keuskupan Denpasar pada 14 Agustus. Rangkaian kegiatan diawali dengan Pertemuan Animator Nasional pada 15–17 Agustus, kemudian dilanjutkan bersama Dewan Nasional pada 17–19 Agustus. Meskipun berlangsung dalam dua bagian, seluruh rangkaian dirancang sebagai satu proses pembinaan yang saling berkesinambungan.
Sebelum memasuki materi, peserta diajak melihat kembali perjalanan karya KMKI. Pengantar diberikan oleh Dirnas KMKI, RP. Alfonsus Widhiwiryawan, SX, yang mengajak peserta menempatkan seluruh proses pertemuan dalam konteks perutusan KMKI.

Peserta kemudian mengikuti sharing karya KMKI yang telah dilaksanakan selama menjadi animator nasional serta berbagi pengalaman mengenai berbagai kegiatan KMKI di keuskupan masing-masing. Sesi ini menjadi kesempatan untuk saling mengenal pengalaman, melihat keragaman karya di berbagai keuskupan, sekaligus menemukan kekuatan dan tantangan dalam pelayanan.
Proses dilanjutkan dengan materi Spiritualitas Animator yang dibawakan oleh RD. Yosefus Anting Patimura. Materi ini mengajak peserta kembali melihat identitas dan panggilan seorang animator. Peran animator tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengelola kegiatan, tetapi terutama dengan spiritualitas dan semangat pelayanan dalam mendampingi anak-anak dan kaum muda.
Selanjutnya, Kak Alfons membawakan materi Formasi Animator. Peserta diajak memahami pentingnya proses pembentukan yang berkelanjutan agar animator bertumbuh dalam pengetahuan, keterampilan, karakter, dan kehidupan iman. Peserta juga mempelajari pemanfaatan AI untuk evangelisasi Katolik.

Aspek kepemimpinan kemudian diperdalam melalui materi Leadership yang dibawakan oleh Kak Danis Kirana. Peserta diajak melihat kepemimpinan bukan sekadar kemampuan memimpin organisasi, tetapi juga kemampuan mengambil tanggung jawab, membangun kerja sama, dan menggerakkan orang lain demi tujuan bersama.
Pembinaan kemudian dilanjutkan melalui kegiatan praktis. Peserta dibagi dalam kelompok untuk merevisi modul Anak, Remaja, dan OMK. Selain revisi, peserta juga menyusun modul dengan tema Storytelling & Public Speaking, Pastoral Digital, Gerak Lagu & Games, Pastoral Kitab Suci, Tata Kelola KMKI, dan Fundraising.
Penyusunan modul menjadi bagian penting karena peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga menghasilkan karya yang dapat digunakan dan dikembangkan dalam pelayanan KMKI.
Dinamika komunikasi dan pewartaan di ruang digital kemudian menjadi perhatian dalam dua materi berikutnya. Kak Mario membawakan materi Branding SEKAMI, yang membantu peserta melihat pentingnya membangun identitas dan citra pelayanan agar karya SEKAMI semakin dikenal serta menjangkau anak-anak dan keluarga secara lebih luas.
Sementara itu, materi Komunikasi Digital dibawakan oleh Kak Danis Kirana dan Kak Mario. Peserta diajak memahami penggunaan media digital secara tepat dan kreatif sebagai sarana komunikasi, pewartaan, dan pengembangan karya KMKI.
Seluruh materi tersebut disusun dalam satu alur pembinaan, mulai dari memperdalam spiritualitas, membentuk diri sebagai animator, mengembangkan kepemimpinan, menghasilkan karya melalui penyusunan modul, hingga belajar berkomunikasi dan bermisi di ruang digital.
Sharing, diskusi, formasi, praktik, doa, dan Ekaristi menjadi bagian yang saling terhubung selama proses pertemuan. Melalui rangkaian tersebut, peserta diharapkan semakin memahami dan menginternalisasi nilai-nilai misioner, bukan hanya sebagai pengetahuan, tetapi sebagai semangat dalam berpikir, bersikap, bekerja sama, dan melayani.
Pertemuan Animator Nasional dan Dewan Nasional KMKI ini menjadi momentum untuk menyegarkan kembali semangat perutusan. Para peserta membawa pulang materi dan hasil karya berupa modul, sekaligus pengalaman kebersamaan, refleksi iman, serta semangat untuk melanjutkan nilai-nilai misioner di komunitas dan keuskupan masing-masing.
Penulis : KMKI Keuskupan Papin / Edit : Vsh