Pangkalpinang, Berkatnews.com – Memasuki Tahun Ajaran dan Tahun Formatio 2026/2027, Komunitas Seminari Menengah Mario John Boen mengikuti rekoleksi awal tahun ajaran barupada Kamis, 16 Juli 2026 yang memasuki kegiatan MPLS hari ke 4. Rekoleksi yang berlangsung di Aula Seminari Menengah Mario John Boen ini dibawakan oleh Romo Martin da Silva, Pr, dan diikuti para seminaris, formator, guru, serta karyawan dan karyawati.
Dalam rekoleksi tersebut, Romo Martin mengajak Komunitas Seminari ini untuk mendalami tiga pokok mutiara, yakni Berakar pada Kristus, Bertumbuh Bersama, dan Meneladani Cara Hidup Pastor Mario John Boen dalam Membangun Komunitas Formatio.

Rekoleksi Awal Tahun Pembinaan dibawkaan Romo Martin Da Silva

Rekolkesi diikuti para Seminaris, Formatio, Guru dan Staf Karyawan
Melalui tiga pokok tersebut, seluruh peserta diajak memperbarui komitmen sebagai murid Kristus yang setia, membangun komunitas yang berakar pada doa, persaudaraan, dan pelayanan, serta bertumbuh dalam panggilan secara utuh, dewasa, dan penuh sukacita. Rekoleksi ini juga mengajak Komunotas Seminari menjadi tanda harapan bagi Gereja dan bangsa melalui hidup yang sederhana, penuh kasih, dan siap melayani.
Romo Martin menjelaskan bahwa semangat formatio tercermin dalam teladan hidup Pastor Mario John Boen, terutama melalui enam keutamaan, yakni kesederhanaan, kesetiaan, kasih, bela rasa, kerelaan berkorban dan mengabdi, serta keberanian.
Untuk menggambarkan makna pertumbuhan yang sejati dalam komunitas, Romo Sekjen Keuskupan Pangkalpinang itu menggunakan perumpamaan pohon yang berakar kuat.
“Jadi, komunitas Seminari Menengah Mario John Boen ini akan menjadi akar yang kuat. Akan menjadi pohon yang kokoh menghasilkan buah yang baik karena memiliki akar yang kuat. Komunitas tidak bertumbuh hanya karena gedung yang baik. Jangan tergiur ketika melihat gedung yang sangat mewah. Jangan juga tergiur karena banyaknya program,” tegas Romo Martin.

Diskusi dalam kelompok

Hasil diskusi dipaparkan oleh masiing-masing perwakilan kelompok
Usai pendalaman materi, para seminaris, formator, guru, serta karyawan mengikuti diskusi kelompok. Dalam sesi ini mereka diajak merefleksikan pengalaman merasakan karya Tuhan selama hidup di Seminari Menengah Mario John Boen, mengenali keutamaan Pastor Mario John Boen yang paling dibutuhkan komunitas saat ini, serta merumuskan komitmen bersama yang akan diwujudkan.
Setiap seminaris, formatio serta guru juga menuliskan komitmen pribadi sebagai bekal menjalani Tahun Formatio, meliputi satu keutamaan yang ingin dihidupi, satu kebiasaan yang ingin diubah, dan satu tindakan nyata yang akan dilakukan. Tidak hanya itu , mereka juga menuliskan sebuah doa yang dimana suatu saat doa ini bisa memperkuat dan meneguhkan iman Komunitas Seminari Menengah Mario Johnboen.

Selembar kertas berisi komitmen nyata yang dituliskan para Seminaris
Secara keseluruhan dalam rekoleksi ini, Komunitas Seminari Menengah Mario John Boen diingatkan bahwa pertumbuhan sejati berawal dari kehidupan yang berakar pada Kristus, Sang Pokok Anggur. Dari akar iman yang kuat itulah lahir pribadi-pribadi yang menghidupi nilai-nilai Pastor Mario John Boen, sehingga seminari semakin menjadi rumah formatio yang membentuk iman, karakter, pengetahuan, dan semangat pelayanan bagi Gereja dan masyarakat. (Vsh)
