Home GEREJA Enam Tahun Menggembalakan Umat Stasi Bedukang, Pastor Toni MSF Pamit Menuju Perutusan Baru

Enam Tahun Menggembalakan Umat Stasi Bedukang, Pastor Toni MSF Pamit Menuju Perutusan Baru

by Veronika Suci Handayani

SUNGAILIAT, Berkatnews.com – Suasana haru dengan penuh syukur menyelimuti umat Stasi Santo Yohanes Pemandi, Bedukang, saat melepas Pastor Paroki Santa Maria Pengantara Segala Rahmat Sungailiat, RP. Antonius Suyata, MSF, Minggu (19/7/2026). Setelah enam tahun menggembalakan umat, Pastor yang akrab disapa Romo Toni itu akan melanjutkan tugas perutusan baru sebagai ekonom di Skolastikat MSF Yogyakarta.

Perayaan diawali dengan Ekaristi Syukur yang dihadiri puluhan umat Stasi Bedukang. Momen ini menjadi perayaan terakhir Romo Toni bersama umat yang selama enam tahun didampinginya dalam karya pastoral.

Perayaan Ekaristi Romo Toni bersama umat stasi bedukang

Dalam homilinya, Romo Toni mengajak umat merenungkan misteri waktu dan kesempatan yang diberikan Tuhan kepada setiap manusia. Ia mengingatkan bahwa hidup memiliki batas, sehingga setiap orang dipanggil untuk menggunakan waktu yang ada dengan menghasilkan buah-buah kebaikan.

“Secara kodrat, manusia itu fana. Kita rapuh dan memiliki batas. Jika Allah membiarkan dosa menguasai kita sepenuhnya, kita akan binasa oleh perbuatan kita sendiri. Namun, mengapa kita hari ini masih bernapas? Mengapa kita masih berkumpul di tempat ini? Jawabannya satu: karena Allah tetap memberikan kita kesempatan untuk hidup,” ucap nya

Ia menjelaskan bahwa di dalam diri manusia selalu ada benih-benih kebaikan yang ditaburkan Roh Kudus dan benih-benih kejahatan yang ditaburkan si jahat. Namun Allah, dalam kesabaran-Nya, tetap memberi kesempatan agar manusia bertobat dan menghasilkan buah yang baik.

“Kesabaran Allah memang tidak terbatas, tetapi waktu kita di dunia ini ada batasnya,” ungkapnya.

Menurutnya, banyak orang menunda untuk berbuat baik, meminta maaf, maupun bertobat karena merasa masih memiliki banyak waktu. Padahal, tidak seorang pun mengetahui kapan masa hidup atau perutusannya berakhir.

Romo Toni juga mengingatkan bahwa Allah tidak membiarkan manusia berjuang sendirian. Melalui iman, kasih, dan harapan, setiap orang dibekali untuk terus memelihara benih-benih kebaikan. Yesus Kristus dihadirkan sebagai teladan hidup, sementara Sakramen Tobat menjadi tanda kasih Allah yang selalu membuka jalan pertobatan.

Di akhir homilinya, Romo Toni membagikan refleksi pribadinya atas enam tahun masa pelayanannya di Bedukang.

Romo Toni bersama umat stasi bedukang

“Ketika pertama kali saya diutus ke sini, saya sempat mengira-ngira: mungkin tugas saya hanya empat tahun, sama seperti Romo Sulis dahulu. Namun ternyata, rencana Tuhan berbeda. Empat tahun lewat, lima tahun terlampaui, dan akhirnya genaplah enam tahun saya melayani di sini. Angka enam tahun inilah yang menjadi ‘batas waktu’ yang ditentukan Tuhan bagi saya di tempat ini,”pungkas Romo Toni

Baginya, enam tahun menjadi pengingat bahwa setiap pelayan hanyalah peziarah di ladang Tuhan. Tugas seorang pelayan adalah menanam dan menyiram benih-benih kebaikan selama kesempatan itu masih diberikan.

“Maka hari ini, selagi kita masih diberi kesadaran dan keinsafan oleh Roh Kudus, mari kita memulai sekarang juga. Jangan tunda lagi. Gunakan sisa waktu, kesempatan, berkat, dan karunia yang melekat pada hidup kita untuk menghasilkan buah-buah kebaikan. Ketika masa tugas atau masa hidup kita berakhir, biarlah kita didapati sebagai hamba yang setia, yang meninggalkan warisan iman, kasih, dan harapan yang hidup bagi orang-orang yang kita tinggalkan,”pesan Romo Toni

Usai Perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan ramah tamah serta penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan umat.

Ramah tamah kebersamaan umat stasi bedukang

Ketua Stasi Santo Yohanes Pemandi, Bapak Fendi, menyampaikan rasa terima kasih atas pelayanan dan keteladanan Romo Toni selama mendampingi umat.

“Pastor bukan hanya seorang gembala bagi kami, tetapi juga orang tua dan sahabat yang selalu hadir dalam suka maupun duka. Romo selalu mengikutsertakan kami umat di Stasi Santo Yohanes Pemandi dalam berbagai kegiatan dan pelayanan di paroki. Kami juga merasakan kepedulian Romo terhadap umat-umat yang ada di stasi kami. Kami sangat kehilangan, namun kami akan selalu mendoakan kesuksesan karya pastoral Pastor di tempat yang baru,” ujarnya.

Rangkaian acara ditutup dengan foto bersama, bersalaman, dan makan malam dalam suasana penuh keakraban. Enam tahun pelayanan Romo Toni di Stasi Santo Yohanes Pemandi pun meninggalkan jejak iman, kebersamaan, dan semangat pelayanan yang akan terus dikenang oleh umat.

Selamat bertugas di tempat yang baru, Pastor Toni. Terima kasih atas segala bimbingan dan teladan imannya bagi umat Stasi St. Yohanes Pemandi, Bedukang . Tuhan Memberkati.

Penulis : Dhea / Edit : Vsh

Related Articles

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

phone hack apply job vacancy nonton film streaming teknosehat blog kesehatan, kecantikan, dan teknologi