Home Communio Pertemuan SIGNIS Indonesia ke-52 Berakhir, Uskup Bandung Ajak Media Katolik Lawan Hoaks dengan Cara Santun

Pertemuan SIGNIS Indonesia ke-52 Berakhir, Uskup Bandung Ajak Media Katolik Lawan Hoaks dengan Cara Santun

by Veronika Suci Handayani

Bandung, Berkatnews.com — Rangkaian SIGNIS Indonesia ke-52 resmi berakhir usai berlangsung selama satu minggu sejak 24 Februari hingga 1 Maret 2026. Pertemuan nasional para pegiat komunikasi Katolik ini ditutup dalam Perayaan Ekaristi Minggu Prapaskah II di Gereja Katedral Santo Petrus Bandung, Minggu (1/3/2026) , pukul 09.00 WIB pagi tadi.

Ekaristi ini dipimpin langsung oleh Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC, bersama para imam konselebran dari berbagai keuskupan di Indonesia.

Setelah beberapa hari para peserta mendalami tema pertemuan, Artificial Intelligence dalam Terang Iman: Peluang dan Tantangan bagi Pastoral Komunikasi.

Uskup Bandung bersama para Imam bebagai Keuskupan di Indonesia

Dalam homili yang disampaikan, Uskup Antonius menegaskan panggilan SIGNIS di tengah tantangan dunia digital saat ini, terutama dalam menghadapi hoaks, berita bohong, ujaran kebencian, manipulasi digital, dan penipuan melalui media sosial.

Ia mengingatkan bahwa SIGNIS sebagai komunitas Katolik di bidang komunikasi dipanggil untuk menjadi signum, tanda api, tanda cinta kasih, dan gerakan Roh Kudus yang menyatakan kebenaran dan kebaikan.

Bapa Uskup Antonius memberi peneguhan dan permenungan dalam homilinya

Semua itu, menurutnya, harus disampaikan dengan cara yang santun, sopan, dan kudus agar membawa damai dan sejahtera, bukan kegelisahan.

Lebih lanjut, Uskup Antonius menekankan bahwa panggilan SIGNIS adalah menyadarkan umat dan masyarakat akan martabat manusia yang harus dijunjung tinggi melalui kekuatan media sosial, sekaligus menanggapi panggilan Tuhan untuk membawa kabar gembira.

Uskup Bandung juga menegaskan bahwa berbicara dengan baik dan benar hanya mungkin jika diawali dengan kesediaan mendengarkan Allah. Ia mengingatkan agar tidak berani berbicara atas nama Gereja, apalagi atas nama Tuhan, tanpa sungguh-sungguh mendengarkan Tuhan terlebih dahulu.

Masa Prapaskah, menurutnya, menjadi waktu yang tepat untuk belajar mendengarkan Tuhan melalui doa, puasa, pantang, amal kasih, serta pelayanan, termasuk dalam komunikasi dan media sosial.

Romo Erik dari Keuskupan Labuan Bajo, Ketua Signis Indonesia periode 2026 – 2030

Rangkaian penutupan pertemuan SIGNIS Indonesia ke-52 juga menandai berakhirnya masa kepengurusan sebelumnya. Dalam pertemuan beberapa hari lalu, telah terpilih Ketua SIGNIS Indonesia periode 2026–2030, yakni Romo Erik dari Keuskupan Labuan Bajo.

Dalam sambutan disampaikan oleh Ketuas Signis yang baru, Romo Erik menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pertemuan SIGNIS ke-52, secara khusus kepada Uskup Bandung. Ia mengungkapkan bahwa pesan Uskup menjadi cerminan semangat sejati para pekerja media Katolik.

“Terima kasih, Bapak Uskup. Melalui peneguhan ini, kami para pekerja media, dan juga setiap umat Katolik yang mendapat tugas untuk mewartakan, diajak untuk setia mendengar,” ungkapnya.

Pertemuan SIGNIS Indonesia ini membawa harapan agar Gereja Katolik memiliki kekuatan bersama di ruang digital, termasuk membangun “pasukan cyber” yang mampu melawan hoaks dan ujaran kebencian. Melalui media komunikasi, nilai-nilai Katolik diharapkan terus diwartakan secara konsisten, santun, dan berlandaskan iman. (Vsh)

Related Articles

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

phone hack apply job vacancy nonton film streaming teknosehat blog kesehatan, kecantikan, dan teknologi