Home Asian Church Uskup-Uskup Asia Mendesak Gencatan Senjata Segera di Timur Tengah

Uskup-Uskup Asia Mendesak Gencatan Senjata Segera di Timur Tengah

by Veronika Suci Handayani

Bangkok, Berkatnews.com – Uskup-uskup di seluruh Asia menyerukan gencatan senjata segera di Timur Tengah, mengungkapkan kekhawatiran mereka bahwa meningkatnya kekerasan bisa memicu “konsekuensi manusiawi dan ekonomi yang tak terhitung” di seluruh dunia.

Oleh LiCAS News (Vatican News, 4 Maret 2026)

Komite Pusat Federasi Konferensi Uskup-uskup Asia (FABC) mengeluarkan pernyataan dari Bangkok, Thailand, pada 3 Maret, menyerukan gencatan senjata segera di Timur Tengah.

Uskup-uskup Asia menyatakan “keprihatinan mendalam dan kesedihan yang berat atas eskalasi kekerasan baru-baru ini di Timur Tengah,” merujuk pada siklus baru pengeboman dan balasan yang melibatkan kekuatan global dan regional utama.

“Siklus terbaru pengeboman dan balasan, yang melibatkan kekuatan global dan regional utama, berisiko menjatuhkan wilayah tersebut dan dunia ke dalam konflik dengan konsekuensi manusiawi dan ekonomi yang tak terhitung,” kata pernyataan itu.

“Sebagai benua, kami sangat prihatin terhadap konflik ini,” tambah para Uskup.

FABC menegaskan kembali seruan Paus Leo XIV, menekankan bahwa “damai tidak dapat dibangun di atas ancaman atau senjata yang menabur kehancuran, penderitaan, dan kematian.”

“Stabilitas tidak bisa lahir dari rasa takut, begitu pula keadilan tidak bisa dicapai melalui kekerasan. Hanya dialog yang tulus, bertanggung jawab, dan berkelanjutan yang bisa membuka jalan menuju perdamaian yang adil dan abadi,” tegas para Uskup.

Dalam konteks keberagaman agama di Asia dan perjuangan sehari-hari kaum miskin, para Uskup menekankan bahwa perdamaian membutuhkan keadilan dan saling percaya antarbangsa.

“Perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang. Ia adalah buah keadilan, hasil kerja dialog, dan pembangunan kepercayaan yang sabar di antara umat manusia,” kata mereka.

Mereka memperingatkan bahwa perang “secara tidak proporsional melukai yang paling rentan: orang miskin, pengungsi, anak-anak, dan generasi mendatang.”

Para Uskup menyerukan “penghentian segera permusuhan dan agar semua pihak menjalankan tanggung jawab moral, menahan diri dari spiral eskalasi yang hanya menimbulkan penderitaan lebih dalam dan kerugian yang tak dapat diperbaiki.” Mereka juga mendesak “pemulihan diplomasi sebagai instrumen utama penyelesaian konflik.”

“Dialog, meskipun sulit, tetap menjadi satu-satunya jalan yang menghormati martabat umat manusia dan kedaulatan bangsa-bangsa,” tegas pernyataan itu.

FABC juga mendorong solidaritas antaragama, khususnya di antara para pemimpin tradisi agama besar yang hadir di kawasan itu, untuk menjadi saksi bersama akan kesucian hidup, serta memperbarui komitmen untuk berdiri bersama kaum miskin dan korban perang, yang sering kali suaranya tidak terdengar di tengah perhitungan geopolitik.

“Kami dengan sungguh-sungguh mengajak seluruh Gereja lokal di Asia dalam masa Prapaskah ini untuk memperbanyak doa, puasa, dan tindakan nyata solidaritas demi perdamaian,” kata para Uskup (martin da silva, pr)

 

Related Articles

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

phone hack apply job vacancy nonton film streaming teknosehat blog kesehatan, kecantikan, dan teknologi