Home GEREJA Menjaga Wajah dan Suara Manusia di Era AI, Komsos Santa Bernadeth Gelar Workshop HKS ke-60

Menjaga Wajah dan Suara Manusia di Era AI, Komsos Santa Bernadeth Gelar Workshop HKS ke-60

by Veronika Suci Handayani

Pangkalpinang, Berkatnews.com —Dalam merayakan Hari Komunikasi Sosial Sedunia (HKS) ke-60, Komsos Santa Bernadeth menggelar sebuah workshop reflektif bertema “Menjaga Suara & Wajah Manusia”, Minggu, 7 Juni 2026. Workshop berlangsung pukul 09.00 hingga 11.20 WIB di Ruang Kelas XF SMA Santo Yosef, dengan diikuti delapan peserta. Tema yang diangkat selaras dengan pesan HKS ke-60 yang ditetapkan oleh Paus Leo XIV, yang menekankan pentingnya menjaga perjumpaan otentik antarmanusia di tengah kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan.

Ketua Komsos Santa Bernadeth, Dhea Nathali, menyampaikan bahwa kegiatan ini mengajak umat untuk tetap berpijak pada nilai kemanusiaan.

Kegiatan Workshop Komsos Santa Bernadeth (foto : Komsos Bernadeth)

“Workshop kali ini mengangkat tema Menjaga Suara dan Wajah Manusia, yang mengajak kita sebagai umat untuk tetap mengedepankan nilai kemanusiaan, empati, dan relasi yang autentik di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan,” ungkapnya.

Hadir pula Pastor Paroki Santa Bernadeth, Romo Yosef Setiawan, yang memberikan penegasan mengenai sikap Gereja terhadap penggunaan AI dalam karya komunikasi sosial.

“Penggunaan AI saat ini sifatnya sebagai pembantu komsos untuk menyebarkan pesan komunio, bukan sebagai pengganti. Karena itu, kita harus bijak menggunakannya dan memakai referensi yang disarankan oleh Gereja. Sebagai organisasi, Komsos harus lebih hidup dan lebih aktif. Kita jangan sampai kalah dengan AI, harus bersuara, jangan terlalu asyik dengan AI. Saya berharap orang muda, seperti pesan Paus Fransiskus, berteriaklah, bersuaralah agar suaramu didengar dan ikut menjadi pewarta kabar gembira,” ujarnya.

Romo Stef membawakan materi pada kegiatan Workshop Hari Komsos Sedunia (foto : Komsos Bernadeth)

Workshop ini dibawakan oleh Romo Stefanus Tomeng Kelen, selaku Koordinator Bidang Humas & Promosi Yayasan Tunas Karya. Dalam materinya, ia mengulas komitmen etis dalam penggunaan AI untuk menjaga martabat manusia, khususnya wajah dan suara sebagai identitas unik setiap pribadi.

Romo Stef yang pernah menjabat sebagai Ketua Komsos Keuskupan Pangkalpinang , menegaskan bahwa AI perlu digunakan secara transparan, tidak memalsukan identitas, bertanggung jawab dalam verifikasi informasi, serta melindungi kelompok rentan dari dampak luka digital. Selain itu, komunikasi juga perlu memiliki dimensi spiritual dan relasional; setiap tindakan berbagi konten hendaknya dilandasi kejujuran dan semangat komunio, agar teknologi sungguh melayani kemanusiaan dan tidak dikendalikan oleh algoritma semata.

Walaupun tidak banyak peserta yang hadir, namun sesi Workshop ini para peserta terlibat aktif dalam berdialog bersama yakni tanya jawab, mengutarakan pendapat hingga mengulas isu pengembangan AI yang sedang terjadi saat ini.

Diharapkan semua pegiat Komsos terutama Komsos Paroki Santa Bernadeth ini bisa menjadi penjaga suara dan wajah Gereja masing-masing dengan menggunakan teknologi secara kritis dan bertanggung jawab. (Vsh)

Related Articles

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

phone hack apply job vacancy nonton film streaming teknosehat blog kesehatan, kecantikan, dan teknologi