Sungailiat, BerkatNews.com – Seminar tentang pengelolaan sampah, lingkungan, dan nilai ekonomi dari sampah bertema “Merawat Rumah Bersama” digelar di Aula Paroki Sungailiat, Minggu, 8 Maret 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh PSE, PDKK, dan LH Paroki Sungailiat sebagai wujud kepedulian Gereja terhadap kelestarian lingkungan sekaligus mendorong umat mengelola sampah secara bertanggung jawab.
Seminar ini diikuti oleh 113 peserta dari berbagai KBG di Paroki Sungailiat. Kegiatan diawali dengan puji-pujian dari tim PD Karismatik yang menciptakan suasana penuh sukacita. Ketua panitia, Ibu Sulis, dalam sambutannya berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran umat untuk lebih peduli terhadap lingkungan serta mulai mengelola sampah dengan lebih baik dalam kehidupan sehari-hari. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Bapak Samosir.

Materi pertama disampaikan oleh Pastor Antonius Suyata, MSF yang mengangkat pandangan Gereja tentang tanggung jawab umat dalam merawat lingkungan. Ia menyoroti ensiklik Laudato Si’ dari Paus Fransiskus yang mengajak umat manusia menjaga bumi sebagai rumah bersama. Pastor Toni juga memperkenalkan buku “Ekopraksis Sepanjang Tahun” yang berisi langkah-langkah konkret menjaga lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sesi ini peserta juga diajak merenungkan Doa Pujian Segala Makhluk dari Santo Fransiskus Asisi sebagai ungkapan syukur atas seluruh ciptaan Tuhan.
Pastor Toni juga menjelaskan lamanya berbagai jenis sampah terurai di alam, sehingga peserta semakin memahami dampak sampah terhadap lingkungan. Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari fokus pastoral tahun 2026 serta mendukung misi Keuskupan Pangkalpinang dalam membangun KBG yang peduli terhadap lingkungan hidup.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Bapak Eddy yang menjelaskan dampak sosial dari sampah, mulai dari pencemaran lingkungan, bau tidak sedap, hingga potensi masalah kesehatan. Sementara itu, Bapak Herry memberikan demo pemilahan sampah serta menunjukkan berbagai jenis sampah yang dapat dijual atau didaur ulang beserta kisaran nilainya.
Suasana seminar semakin hidup melalui games pemilahan sampah yang mengajak peserta belajar sambil bermain. Antusiasme peserta juga terlihat dalam sesi tanya jawab yang membahas cara penerapan pengelolaan sampah dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan tanda kasih kepada para narasumber. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa makan dan doa penutup yang dipimpin Ibu Widya, serta berkat penutup dari Pastor Toni. Acara diakhiri dengan ramah tamah, makan bersama, dan pembagian doorprize, yang semakin mempererat kebersamaan umat sekaligus meneguhkan komitmen untuk merawat bumi sebagai rumah bersama. (Tri)
Kontibutor: Kenzie
