Home GEREJA Bukan Sekedar Pemaparan, Bapa Uskup Sampaikan Catatan Reflektif Untuk Para Imam

Bukan Sekedar Pemaparan, Bapa Uskup Sampaikan Catatan Reflektif Untuk Para Imam

by Veronika Suci Handayani

Pangkalpinang ,Berkatnews.com — Pertemuan para Imam Keuskupan Pangkalpinang memasuki hari keempat pada Jumat (24/4/2026) bukan lagi sekadar pemaparan materi, hari ini menjadi ruang penegasan arah dan permenungan bersama.

Refleksi dan catatan rangkuman disampaikan oleh Bapa Uskup Adrianus Sunarko, OFM  yang mengajak para imam kembali pada inti fokus pastoral Keuskupan yakni bertanggung jawab bersama dalam memelihara rumah bersama.

Dalam rangkumannya, Bapa Uskup menegaskan bahwa pilihan fokus pastoral ini bukan untuk menyingkirkan aspek lain kehidupan Gereja. Penekanan pada pemeliharaan rumah bersama justru ditempatkan dalam konteks yang lebih luas, sejalan dengan keprihatinan Gereja lokal, nasional, hingga Universal. Uskup yang sebagai Sekjen KWI ini mengaitkannya dengan hasil Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia 2025, dokumen federasi Uskup Asia, serta arah Sinode Universal.

Bapa Uskup sampaikan Catatan reflektif untuk para Imam

Bapa Uskup mengajak para imam kembali pada pola refleksi yang sudah lama dikenal, mengamati realitas, menganalisisnya secara sosial, menilainya dalam terang iman, lalu melahirkan langkah konkret. Dalam konteks krisis ekologis, para imam diajak tidak hanya mengandalkan pengamatan pribadi, tetapi juga belajar dari para ahli dan pegiat lingkungan.

Berbagai gambaran krisis diangkat kembali seperti banjir, kebakaran hutan, tanah yang retak, lonjakan deforestasi di Sumatera pada 2024–2025, hingga meningkatnya gelombang sampah plastik di perairan.

Ia juga mengingatkan hukum ekologi sederhana namun tegas, apa yang dibuang ke lingkungan, pada akhirnya kembali ke piring manusia. Ancaman mikroplastik menjadi contoh nyata bahwa persoalan ekologis bukan isu jauh, melainkan menyentuh kehidupan sehari-hari.

Namun refleksi ini tidak berhenti pada data dan analisis. Bapa Uskup menegaskan bahwa Gereja bukan sekadar organisasi sosial, melainkan komunitas beriman.

Keterlibatan ekologis harus lahir dari motivasi iman, bukan sekadar ikut arus. Kemudian mengingatkan kembali empat relasi dasar manusia: dengan Allah, dengan sesama, dengan alam ciptaan, dan dengan diri sendiri sebuah kerangka ekologi integral yang saling terkait.

Bahaya sikap ekstrem , membela ciptaan tetapi menutup mata terhadap martabat manusia, atau sebaliknya. Menurutnya, cara manusia memperlakukan alam perlahan membentuk cara memperlakukan sesama. Eksploitasi terhadap ciptaan pada akhirnya melahirkan eksploitasi terhadap manusia.

Dalam konteks itulah, ensiklik Laudato Si’ dan Laudate Deum kembali ditekankan sebagai rujukan penting. Bapa Uskup mengingatkan bahwa merawat ciptaan bukan tambahan atau pilihan sampingan dalam hidup Kristiani, melainkan bagian utuh dari spiritualitas iman. Kesadaran ini, katanya, memang membutuhkan proses, namun perlu terus diupayakan agar menyatu dalam hidup rohani para imam.

Mengenai praksis, tidak mengulang program yang sudah disusun bersama umat. Fokusnya justru pada pembentukan kesadaran batin para imam agar tindakan ekologis lahir secara otentik, sesuai konteks pribadi dan umat yang dilayani. Praktik-praktik sederhana yang dijalani komunitas dan umat, meski tanpa istilah teologis rumit, justru dinilainya sebagai kesaksian nyata.

Di bagian akhir, refleksi diperluas pada pembaruan janji imamat. Bapa Uskup  menekankan penghayatan in persona Christi bukan sebagai kuasa, melainkan sebagai relasi rohani yang mendalam dengan Kristus. Dari relasi itulah, cara hidup, cara berbicara, dan cara melayani imam menemukan maknanya.

Bapa Uskup juga mengajak para imam untuk berefleksi, sejauh mana kesadaran ekologis, relasi dengan Kristus, dan perhatian pada sesama telah sungguh terintegrasi dalam hidup imamat. Bukan untuk menghakimi, melainkan untuk saling belajar dan bertumbuh bersama. (Vsh)

Related Articles

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

phone hack apply job vacancy nonton film streaming teknosehat blog kesehatan, kecantikan, dan teknologi