Belinyu, BerkatNews.com – Suasana hangat penuh sukacita menyelimuti Gereja Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda Belinyu pada Selasa, 14 April 2026. Umat memadati gereja sejak awal, menyambut Perayaan Ekaristi Pembukaan Retret 7 Diakon calon imam Keuskupan Pangkalpinang dengan antusias yang begitu terasa.
Perayaan dimulai dengan perarakan khidmat para petugas liturgi bersama tujuh diakon dan tiga imam. Pastor Anton Moa Tolipung bertindak sebagai konselebran utama, didampingi Pastor Wendilinus Pantaleon dan Pastor Marsen Damanik. Langkah perarakan yang tertib diiringi nyanyian pembuka seakan menjadi tanda awal dari sebuah peristiwa iman yang istimewa bagi umat Belinyu.
Dalam pengantar Ekaristi, Pastor Kepala Paroki Belinyu, Pastor Wens, mengungkapkan rasa syukur dan sukacita umat atas kehadiran para diakon. Ia menegaskan bahwa Paroki Belinyu merasa terhormat dipilih sebagai tempat retret, sebuah ruang untuk hening, merenung, dan meneguhkan panggilan menuju imamat. Ucapan terima kasih pun disampaikan kepada para diakon yang telah mempercayakan perjalanan rohani ini di tengah umat Belinyu.
Homili yang disampaikan Pastor Anton Moa Tolipung mengalir mendalam dan menyentuh. Ia mengajak umat untuk merenungkan semangat berbagi yang hidup dalam jemaat perdana, sebuah semangat yang lahir bukan dari perhitungan manusia, melainkan dari dorongan iman dan karya Roh Kudus. Umat diajak untuk “dilahirkan kembali” dalam Roh, agar memiliki hati yang terbuka untuk mengasihi dan berbagi.

Lebih jauh, Pastor Anton menekankan bahwa berbagi tidak selalu soal materi. Hal-hal sederhana seperti senyum, sapaan hangat, kepedulian, serta hidup rukun dalam keluarga dan lingkungan merupakan wujud nyata kasih yang bisa dilakukan setiap hari. Dari situlah, kebahagiaan sejati lahir, yakni ketika seseorang mampu memberi dengan tulus, bahkan dari keterbatasan.
Dalam kesempatan tersebut, tujuh diakon yang menjalani retret menjadi tanda harapan bagi Gereja. Mereka dipandang sebagai pribadi-pribadi yang berani menjawab panggilan Tuhan di tengah berbagai tantangan zaman. Keberanian itu, sebagaimana ditekankan dalam homili, bukanlah karena kehebatan pribadi, melainkan karena iman yang menuntun setiap langkah. Oleh sebab itu, umat diajak untuk terus menopang mereka dengan doa agar tetap setia dan diteguhkan dalam perjalanan menuju imamat.
Tak hanya itu, umat juga diingatkan akan pentingnya kehidupan doa dalam keluarga. Dalam kesatuan doa, keluarga menjadi kuat, tidak mudah goyah oleh berbagai tantangan hidup, dan mampu menjadi tempat pertama bertumbuhnya iman.

Perayaan Ekaristi semakin semarak dengan iringan koor paroki yang tampil harmonis dan penuh penghayatan. Balutan busana putih dipadu kain Flores menghadirkan nuansa khas yang indah, sementara lagu-lagu yang dinyanyikan berhasil mengantar umat masuk dalam suasana doa yang khusyuk dan mendalam.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Tim Komsos Paroki Belinyu, retret para diakon ini akan berlangsung hingga Minggu pagi. Selama beberapa hari ke depan, para diakon akan menjalani rangkaian pembinaan rohani yang intens bersama Pastor Anton Moa Tolipung sebagai bagian dari persiapan menuju tahbisan imamat.
Kehadiran tujuh diakon di tengah umat Belinyu bukan sekadar sebuah agenda retret, melainkan juga menjadi momen rahmat yang menghidupkan iman bersama. Dari kebersamaan ini, terpancar harapan bahwa panggilan-panggilan baru akan terus tumbuh, diteguhkan oleh doa umat, dan berakar dalam kasih Kristus. Belinyu pun menjadi saksi bahwa dari hati yang terbuka untuk Tuhan, lahirlah keberanian untuk menjawab panggilan, demi Gereja dan dunia.
Foto: Dok. Komsos Paroki Belinyu
