Home BERITA Menyatu dalam Kasih, Retret Tahunan Imam Keuskupan Pangkalpinang di Bumi Silih Asih Bandung

Menyatu dalam Kasih, Retret Tahunan Imam Keuskupan Pangkalpinang di Bumi Silih Asih Bandung

by Tarsisius Athanasius Ramto Idong

Bandung, BerkatNews.com — Suasana penuh kedamaian dan persaudaraan mewarnai retret tahunan para imam Keuskupan Pangkalpinang yang berlangsung di Bumi Silih Asih, Bandung, pada Senin-Kamis (10-13/2). Retret ini diikuti oleh para imam dari Projo, dan beberapa kongregasi lainnya seperti, SSCC, SVD, dan MSF, yang melayani di wilayah Keuskupan Pangkalpinang.

Retret kali ini menjadi momen istimewa setelah beberapa tahun vakum akibat pandemi. Mgr. Adrianus Sunarko, Uskup Keuskupan Pangkalpinang, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam karena dapat kembali berkumpul dalam suasana retret bersama. “Kami bersyukur bisa kembali retret bersama para imam setelah pandemi Covid-19. Suasana persaudaraan dan partisipasi dalam kegiatan ini terasa sangat kuat. Dalam retret ini, kami merefleksikan bagaimana menjadi Gereja yang sinodal, berjalan bersama dengan memperhatikan mereka yang menderita serta menjaga alam semesta,” ujarnya.

Semangat sinodalitas, yakni berjalan bersama dalam pelayanan, menjadi tema sentral dalam retret tahun ini. Pastor Poya Hobamatan menilai retret ini sangat baik karena materi yang diberikan relevan dengan hasil sinode. “Beberapa hal yang dibahas sangat berkaitan dengan hasil sinode, terutama dalam menghidupi semangat sinodalitas dalam pelayanan,” komentarnya.

Kesan serupa juga disampaikan oleh Pastor Paschal Esong. Ia merasa senang dapat bertemu kembali dengan rekan-rekan imam dan mendapatkan wawasan baru mengenai semangat berjalan bersama dan harapan-harapan yang perlu dibangun dalam pelayanan pastoral. “Retret ini menjadi kesempatan berharga untuk memperkuat semangat pelayanan kami,” katanya.

Foto Bersama Di Depan Gedung Bumi Silih Asih Bandung

Sementara itu, Pastor Antonius Dwi Pramodo selaku Vikep Kategorial Keuskupan Pangkalpinang menyampaikan bahwa retret ini sangat menarik dan mendalam. “Temanya mengarahkan kami pada pertobatan dan bagaimana kami bisa mendampingi umat, terutama kelompok kategorial, dengan pengalaman persaudaraan sejati yang nyata,” jelasnya.

Ungkapan syukur juga datang dari Pastor Anton Moa Tolipung,Vikjen Keuskupan Pangkalpinang. “Saya bersyukur melihat antusiasme para imam dalam mengisi kembali daya spiritual mereka. Dalam tahun pengharapan ini, sinodalitas menjadi kunci agar dalam karya pastoral, kami dapat mengajar umat untuk berjalan bersama,” ungkapnya.

Pastor Hans Jeharut , Sekertaris Eksekutif Komisi Kerasulan Awam KWI dan juga Imam Keuskupan Pangkalpinang, turut mengapresiasi pelaksanaan retret ini. “Ini merupakan momen yang saya rindukan. Sinodalitas harus dimulai dari para imam. Meskipun wilayah keuskupan kita luas dan terdiri dari pulau-pulau, kami masih dapat berkumpul bersama. Ini adalah momen yang sangat berharga untuk saling menguatkan,” ujarnya dengan penuh syukur.

Dari sisi kongregasi, Pater Pankras, Provinsial SSCC, mengungkapkan kekagumannya pada semangat persaudaraan yang tercipta. “Persaudaraan imam di Keuskupan Pangkalpinang mengingatkan saya pada panggilan awal saya di sini. Dulu saya bergabung karena melihat kebersamaan antara imam Projo dan SSCC,” kenangnya.

Dalam Kamera Setelah Materi


Sementara itu, Pastor Simplisius Lowa mengaku terkesan dengan pelaksanaan retret tahun ini. “Ini adalah pengalaman pertama saya mengikuti retret di Pulau Jawa. Materi yang disampaikan sangat bermakna dan menjadi suplemen penting untuk perjalanan pelayanan saya bersama para imam di Keuskupan Pangkalpinang,” tuturnya.

Retret tahunan ini menjadi penegasan akan pentingnya sinodalitas dalam kehidupan dan pelayanan Gereja. Para imam diajak untuk terus menjaga semangat kebersamaan, memperhatikan sesama, dan menjaga ciptaan. Retret ini tidak hanya menjadi momen pengisian daya rohani, tetapi juga kesempatan untuk meneguhkan kembali komitmen mereka dalam karya pastoral.

Semangat berjalan bersama dalam kasih dan persaudaraan menjadi pelita yang akan menerangi langkah para imam Keuskupan Pangkalpinang di tengah pelayanan mereka di tahun pengharapan ini.

Penulis : Tarsisius

Sumber : RD Stefanus Tomeng

Related Articles

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.