Di India para Imam dan Suster Ikuti Kursus Teologi KBG

BerkatNews.com. Kursus Teologi KBG 2016 dilaksanakan di PAC Nagpur, 9 Nopember s/d 9 Desember 2016. dihadiri oleh 14 imam, 11 suster, 8 diakon, 2 bruder dan 2 awam; mereka adalah perwakilan dari 21 keuskupan. Semua peserta menyelesaikan kursus sampai selesai, penuh antusias untuk mempromosikan KBG di wilayah mereka ke depan. Sebagian besar peserta yang mengikuti kegiatan ini tidak tahu dengan benar apa itu KBG, mereka sangat bersyukur mendapatkan pemahaman yang benar tentang KBG, mengapa Gereja membutuhkannya dan bagaimana memulainya.

Apa yang didapatkan peserta sangatlah beragam sebagaimana dalam evaluasinya berikut:

Cinta akan Sabda 

  • Saya telah belajar untuk mencintai dan merenungkan Sabda Allah dengan mendalam
  • Metode Sharing Injil yang berbeda semakin memperkaya.
  • Pelayanan Pentahtaan Kitab Suci bagi saya tumbuh dalam cinta dan devosi kepada Sabda
  • Sabda Allah dibawa dalam kehidupan.
  • Sharing Injil, jika dilakukan dengan penuh iman, dapat merubah kehidupan komunitas dan masyarakat secara luas.
  • Saya menjadi tahu hal yang sangat penting dari Sabda dalam hidupku dan dalam hidup Gereja
  • Saya menemukan hal yang sangat signifikan arti Sabda Allah dalam hidupku
  • Meditasi Sabda Allah membuatku dapat memberikan tempat terbaik bagi Sabda dalam hidupku

Pembangunan KBG:

  • Sangat penting bagi saya untuk memahami dasar asal dan perkembangan KBG
  • KBG adalah Gereja ketetanggaan
  • KBG adalah tool “a new way of being Church”
  • KBG ada untuk evangelisasi
  • KBG menghadirkan cara baru hidup menggereja sebagai solusi, dimana Gereja sangat urgent membutuhkannya dengan 4 ciri nya;
  • Kunjungan ke KBG-KBG di paroki Maria Ratu sangat memperkaya
  • Saya menjadi tahu bahwa KBG bukanlah gerakan tetapi Gereja yang bergerak
  • KBG adalah pusat formasi kristiani
  • Saya tahu spiritualitas KBG
  • Saya siap membangun komunitas melalui KBG
  • Membangun KBG adalah bagian dari misiku sekarang

Kepemimpinan:

  • Saya belajar bagaimana team work dalam membangun komunitas
  • Saya menjadi tahu bagaimana kepemimpinan yang saat ini Gereja butuhkan
  • Saya menjadi tahu kualitas menjadi fasilitator, khususnya mau mendengarkan
  • Setiap peserta adalah anugerah dan menginspirasi saya
  • Saya menjadi tahu kualitas pemimpin KBG
  • Saya belajar bagaimana mendengarkan untuk menjadi animator
  • Saya belajar bagaimana menjadi team leader dalam membangun gereja partisipatif

Pertumbuhan Personal:

  • Saya terbantu bagaimana iman bukan saya persoalan saya pribadi namun juga komunitas
  • Menjadikan saya lebih positif dalam menganimasi KBG
  • Semua materi membantu saya dalam pelayanan pastoral saya
  • Saya tahu bagaimana menyediakan waktu lebih bagi Sabda
  • Saya belajar membaca Kitab Suci setiap hari
  • Topik tentang Evangelisasi Baru dan Kepemimpinan Baru sangat menginspirasi saya
  • Saya menjadi semakin semangat dalam pelayanan saya
  • Saya semakin menjadi berkomitmen dan bertanggungjawab
  • Saya semakin percaya diri dan memperkaya pelayanan pastoral saya
  • Menantang saya untuk menjadi seorang pastor yang efektif
  • Saya menyadari bahwa Ekaristi dan Sabda Allah, keduanya sangatlah vital bagi hidup saya
  • Saya semakin bersemangat membangun paroki melalui KBG
  • Saya menjadi tahu ajaran Gereja tentang KBG
  • Saya menjadi sadar bagaimana lebih efektif dalam misi
  • Kursus ini akan merubah pola pelayanan saya

Pastoral Skill:

  •  Teks DIIPA (note, AsIPA di India disebut DIIPA) adalah tool yang sangat luar biasa untuk belajar pastoral skill
  • Saya mendapat pastoral skill yang baru, misalnya sikap mendengarkan, kreatifitas dalam pelayanan, bagaimana membuat program penyadaran (awareness programs)
  • Kursus ini telah menumbuhkan banyak hal dalam pelayanan pastoral saya
  • Memperluas pemahaman saya tentang misi
  • Cinta saya akan gereja bertumbuh setelah mengikuti kursus ini, oleh karena itu saya dipanggil menjadi inisiator bagi dimulainya KBG di keuskupan saya
  • Saya belajar menjadi fasilitator
  • Banyak sekali konsep teologi disederhanakan dan mudah diaplikasikan; saya menjadi seorang pastor yang efektif dan bukan pastor yang mengurusi hal-hal administratif
  • Saya menjadi sadar pentingnya rencana pastoral dan bagaimana mengerjakannya dalam tim

Diambil dari Newsletter DIIPA edisi Januari 2017

Diterjemahkan oleh costmust/BerkatNews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *