Paus: Hati Para Imam Tertusuk oleh Kasih Tuhan

(Radio Vatikan) Paus Fransiskus merayakan Misa Kudus untuk menutup Yubileum bagi Para Imam pada hari Jumat, Hari Raya Hati Yesus yang Mahakudus.

Dalam homilinya untuk perayaan itu, Bapa Suci merefleksikan “dua hati: Hati Gembala yang Baik” dan hati para imam.

“Hati Gembala yang baik tidak hanya hati yang menunjukkan belas kasih, tapi merupakan belas kasih itu sendiri,” kata Paus. Dia mengingatkan para imam bahwa “Hati Gembala yang baik menjangkau kepada kita, di atas semua sampai kepada orang-orang yang paling jauh.”

Perenungan Hati Kudus Yesus, Hati Gembala yang Baik, adalah undangan untuk para imam untuk merenungkan pertanyaan, “Kemanakah hatiku diarahkan?” Pelayanan imamat, Paus mengatakan, sering terjebak dalam “rencana, proyek, dan kegiatan. “Sementara ini diperlukan, Bapa Suci mengundang para imam untuk mempertimbangkan bahwa Hati Yesus diarahkan ke dua harta: Bapa dan diri kita sendiri. Hari Yesus, kata beliau, “dibagi antara doa kepada Bapa dan menghadapi orang lain.” Seperti Yesus, imam harus memiliki hati yang berpaling kepada Allah dan terhadap saudara-saudaranya.

Paus Fransiskus menawarkan tiga saran untuk membantu hati para imam ‘”membara dengan amal Gembala yang baik”: mencari; meliputi; dan bersukacita. Seperti Gembala yang Baik yang keluar untuk mencari domba yang hilang, para imam harusnya tidak hanya “menjaga pintu terbuka,” tapi secara aktif pergi keluar untuk mencari mereka yang hilang. Imam, juga harus bersifat inklusif, menyambut semua (orang). Tidak seorangpun, Paus mengatakan, harus disingkirkan “dari hatinya, doanya, atau senyumnya.” Akhirnya, sukacita Yesus “Sang Gembala yang baik bukanlah sukacita bagi diri-Nya sendiri, tetapi sukacita bagi orang lain dan bersama orang lain, sukacita kasih yang sejati “dan ini” juga sukacita para imam. ”

Bapa Suci menyimpulkan homilinya dengan mengingatkan kembali kata-kata konsekrasi, yang didoakan oleh para imam setiap hari dalam Misa: “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagimu.” Ini, beliau mengatakan kepada para imam yang berkumpul, “ini adalah arti hidup kita; dengan kata-kata ini, dalam cara yang nyata kita dapat memperbaharui janji-janji yang kami buat saat diditahbiskan menjadi imam “- dan beliau berterima kasih kepada mereka untuk mengatakan” ya “untuk memberikan hidup mereka” dalam persatuan dengan Yesus “.

Sumber: http://en.radiovaticana.va/…/pope_priests_hearts_pi…/1234518

Terjemahan diambil dari FB Fans of Iman Katolik ~Dv

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *