Home Communio Hari Kedua Pertemuan Imam Kevikepan Selatan Mengulas Dokumen Sinode tentang Gereja Sinodal

Hari Kedua Pertemuan Imam Kevikepan Selatan Mengulas Dokumen Sinode tentang Gereja Sinodal

by Veronika Suci Handayani

Pangkalpinang, Berkatnews.com — Memasuki hari kedua pertemuan rutin, para imam Kevikepan Selatan melanjutkan agenda dengan pendalaman studi dokumen Gereja. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (11/3/2026) ini difokuskan pada pembahasan dokumen final Sidang Umum Biasa Sinode Para Uskup XVI tentang Gereja Sinodal, yang dipandu oleh Bernardus Somi Balun.

Pendalaman dokumen ini mengulas gagasan besar tentang sinodalitas, yakni cara Gereja berjalan bersama sebagai umat Allah.

Dalam sesi mengulas dokumen ini, ditegaskan bahwa perjalanan sinodal menuntut seorang imam untuk tidak melangkah sendirian. Pelayanan dan keputusan pastoral seharusnya lahir dari proses mendengarkan umat, bukan dari kehendak pribadi semata. Inilah roh sinodalitas yang sejati.

Mengulas dokumen final Sidang Umum Biasa Sinode Para Uskup XVI tentang Gereja Sinodal dipandu Romo Beni

Dalam refleksi bersama, juga disadari bahwa dalam praktik pelayanan, masih kerap dijumpai kecenderungan imam mengambil keputusan sendiri tanpa melibatkan umat. Dokumen Sinode ini justru mengingatkan bahwa sinodalitas menuntut sikap rendah hati, keterbukaan, dan kesediaan berjalan bersama umat dalam suka dan duka pelayanan.

Lebih jauh, sinodalitas dipahami sebagai ajakan untuk menggerakkan umat agar terlibat aktif dalam mewartakan kasih Tuhan melalui peran dan pelayanan masing-masing. Berjalan bersama tidak hanya dimaknai secara personal, tetapi sebagai komunitas umat yang hidup sebagai pelayan sekaligus pewarta.

Dengan cara inilah misi Yesus dapat sungguh berbuah dan hadir nyata dalam kehidupan bersama, baik di tengah umat maupun dalam karya pelayanan Gereja.

Dokumen tersebut juga menyoroti makna mendalam sinodalitas sebagai kesaksian Gereja kepada Allah Tritunggal, Bapa, Putra, dan Roh Kudus, yakni harmoni kasih yang mengalir dari dalam Gereja untuk dibagikan kepada dunia. Dalam jalinan panggilan, karisma, dan pelayanan yang beragam, Gereja diajak menjangkau semua orang untuk membawa sukacita Injil.

Melalui perjalanan sinodal ini, persekutuan yang menyelamatkan diharapkan semakin dirasakan: persekutuan dengan Allah, dengan sesama manusia, dan dengan seluruh ciptaan. Dari persekutuan inilah Gereja diajak merasakan “perjamuan hidup” yang ditawarkan Allah bagi semua bangsa. (Vsh)

Related Articles

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

phone hack apply job vacancy nonton film streaming teknosehat blog kesehatan, kecantikan, dan teknologi