Home GEREJA Janji Imamat Kembali Diucapkan, Para Imam Meneguhkan Panggilan di Hadapan Uskup dan Umat

Janji Imamat Kembali Diucapkan, Para Imam Meneguhkan Panggilan di Hadapan Uskup dan Umat

by Veronika Suci Handayani

Pangkalpinang, Berkatnews.com – Setelah lima hari mengikuti rangkaian pertemuan dan rekoleksi, para imam Keuskupan Pangkalpinang akhirnya tiba pada momen puncak tahunan , pembaruan janji imamat. Para imam kembali mengucapkan kesetiaan atas panggilan yang mereka terima, sekaligus memperbarui penyerahan diri kepada Kristus, Sang Imam Agung, di hadapan Uskup dan Umat.

Perayaan pembaruan janji imamat berlangsung pada Sabtu, (25/04/2026) , di Gereja Katedral Santo Yosef Pangkalpinang. Perayaan dipimpin oleh Bapa Uskup Adrianus Sunarko, OFM, bersama para imam konselebran, para diakon, dan dihadiri umat yang memadati gereja.

Dalam perayaan ini, Uskup memberkati minyak orang sakit dan minyak katekumen, serta menguduskan minyak krisma yang akan digunakan sepanjang tahun dalam pelayanan sakramental di seluruh wilayah Keuskupan. Tanda minyak suci ini mengingatkan bahwa seluruh umat beriman telah diurapi dan dipanggil untuk ambil bagian dalam imamat Kristus, menjadi saksi kasih, pembawa harapan, dan pelayan bagi sesama.

Pemberkatan Minya Krisma, Minya Orang Sakit dan Katakumen

3 pesan di sampaikan Uskup bagi para imam dan umat

Dalam homili yang disampaikan, Bapa Uskup mengajak para imam dan umat merenungkan tiga pesan penting dari bacaan Kitab Suci hari itu. Pesan pertama menyentuh akar terdalam panggilan imamat, yakni bahwa imamat adalah anugerah.

Ia mengingatkan bahwa panggilan menjadi imam bukanlah hasil ambisi atau proyek pribadi, melainkan inisiatif Allah sendiri. Dari Kitab Nabi Yesaya dan Kitab Wahyu, ditegaskan bahwa Kristuslah yang menjadikan para murid-Nya imam-imam bagi Allah Bapa.

“Imamat itu kita perjuangkan, tetapi pada akhirnya tetap merupakan anugerah dari Tuhan. Kalau dihayati sebagai anugerah, ia akan melahirkan sukacita yang khas,” ujar Uskup.

Pembaharuan Janji Imamat di hadapan Uskup dan disaksikan Umat yang hadir

Mengutip refleksi Kardinal Antonio Tagle, Uskup menjelaskan bahwa sukacita imamat lahir dari rasa kagum karena dipanggil untuk hidup bersama Yesus dan ambil bagian dalam misi-Nya. Sukacita itu bukan berasal dari pencapaian pribadi, program buatan sendiri, atau kebanggaan atas pengetahuan tentang Tuhan, melainkan dari kerendahan hati untuk mewartakan apa yang telah didengar, dilihat, dan disentuh oleh Sabda Kehidupan.

Menurutnya, imamat yang dihayati sebagai anugerah akan menumbuhkan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan yang, oleh rahmat-Nya, menguatkan murid-murid yang lemah. Dari sanalah lahir sukacita yang sejati dalam pelayanan.

Memasuki pesan berikutnya, Uskup mengajak Gereja untuk peka terhadap tantangan zaman. Ia mengingatkan bahwa sepanjang sejarah Gereja, selalu muncul gerakan-gerakan baru sebagai jawaban atas perintah Yesus untuk melayani mereka yang kecil dan menderita.


Masih dalam homilinya, Uskup mencontohkan semakin banyaknya kelompok yang memberi perhatian kepada kaum difabel sebagai tanda kreativitas Gereja dalam menanggapi kebutuhan konkret umat. Ia berharap keuskupan dan paroki-paroki juga terus melahirkan inisiatif-inisiatif baru yang dengan kreatif memperhatikan mereka yang sering terpinggirkan.

Pembaruan janji imamat ini menjadi penutup rangkaian pertemuan para imam, sekaligus pengingat bahwa panggilan imamat bukan hanya tentang kesetiaan personal, tetapi juga tentang keterlibatan nyata dalam misi Gereja untuk melayani. (Vsh)

Related Articles

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

phone hack apply job vacancy nonton film streaming teknosehat blog kesehatan, kecantikan, dan teknologi