Batam~BerkatNews.com (21/9/2016, 15.34). STIE Bentara Persada, sebuah perguruan tinggi milik Keuskupan Pangkalpinang menandai perayaan berdirinya yang ke-17. Tema yang diangkat dalam peranyaan ini adalah “Membangun Civitas Academica yang Berintegritas, Berkualitas Dan Berkarakter Enterpreneur”. Tak kurang dari lima ratusan civitas akademika merayakan dengan penuh kegembiaraan. Ketua STIE Bentara Persada, RD. Nikolaus Duli Lolon dalam sambutannya menyampaikan kepada seluruh mahasiswa, para Dosen, serta tamu undangan: “Kampus Bentara Persada terus berbenah, walaupun masih kecil atau sedikit mahasiswa namun kualitas Enterpreneur terus kami kedepankan“.
Selain berbagai pesan dan kata sambutan dari struktural Bentara Persada, dalam acara puncak ini juga dimeriahkan dengan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba dalam rangkaian perayaan Dies Natalis ini, diantaranya pemenang lomba Puisi, Vokal Solo, dan Lomba King & Queen. Tak hanya itu, perayaan ini juga bertepatan dengan ulang tahun imamat Ketua STIE Bentara Persada, RD. Nikolaus Duli Lolon yang ke-17. Selain surprise dari Ketua Panitia Dies Natalis Sakeus Laba dengan kue tar ulang tahunnya juga ada persembahan puisi “Hang Waktu”, persembahan sdr. Saverius Moa.
Untuk semakin menambah gembira komunio malam itu, RD. Niko memimpin tarian dari Negara Saudi Arabia & tarian Gemufa Mire, diikuti oleh seluruh mahasiswa.***
Fot Dok





Laporan dari : Viktorianus Janggo, Mahasiswa STIE Bentara Persada
Editor : costmust









Selama acara, Visi Gereja Asia tentang Cara Baru Hidup Menggereja- Gereja Partisipatif dan arti AsIPA (Asian Integral Pastoral Approach) disajikan. Diperlihatkan juga simbol yang berbeda dan gambar dari cara baru hidup menggereja sesuai dengan Kitab Suci, dan metode untuk membangun KBG. Sharing Injil 7 langkah diperkenalkan dan dipraktekkan dalam kelompok kecil. Para imam tertarik dalam program ini dan secara aktif bersama saling memberi masukan.
Pelatihan diadakan pada hari Minggu 4 September 2016, di Batam Oase Centre (BOC), Tanjung Piayu, dengan tema “ Mengembangkan diri dalam pelayanan dengan semangat Kerahiman Illahi”. Diawali oleh RP Sargius Rusdi Santosa SS.CC membawa peserta mengolah Spiritualitas Pendamping BIAR melalui terang Kitab Suci dari Injil Matius, yaitu sebuah perumpamaan tentang talenta (Mat 25:14-30). Seorang diberi talenta sesuai kemampuannya. Dan setiap pendamping (animator/animatris) juga diberi talenta dan kepercayaan. Tujuan kepercayaan itu untuk dikembangkan (bukan untuk disimpan), tidak mudah menyerah, memiliki motivasi, meskipun motivasi itu terkadang berbeda; karena terpaksa, ingin coba-coba, atau daripada tidak ada kerjaan di rumah, atau juga memang karena merasa terpanggil. Dalam perjalanan waktu melalui pembinaan dan pengolahan seseorang akan dibimbing sampai kepada kesadaran akan tugas perutusan melanjutkan misi Kristus (Yoh 20:21). Hal itu juga ditegaskan Santo Paulus dalam suratnya kepada umat di Galatia tentang buah-buah Roh. Roh Kudus memberi kekuatan yang memampukan para animator/ animatris untuk terus menerus membarui diri dan setia melaksanakan tugas perutusan yang diberikan oleh Yesus Kristus. Sehingga para animator/ animatris bisa menghasilkan buah-buah Roh: kasih, Suka cita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah lembutan, dan penguasaan diri ( Galatia 5 :22-23).
Seorang animator-animatris hendaknya juga menghidupi Tiga Bintang Sinode karena mereka yang akan menumbuhkannya dalam diri generasi kedepan. Semangat hidup para animator/ animatris yang berpusat pada Kristus, Yesus adalah Pokok Anggur Yang Benar, Yoh 15:1-8, hidup dan tinggal bersama Yesus ( Pokok Anggur dan animator/ animatris adalah ranting-rantingnya), berarti : 1. Hidup seperti Kristus, 2. Mengikuti gaya kerja Kristus, 3. Bersatu dengan Kristus ( menyatukan diri dengan Yesus dan kehendak-Nya dalam keheningan doa, kontemplasi, studi dan refleksi pribadi), 4. Pergi bersama Kristus ( ambil dalam tugas perutusan , dan berkorban dan menyerahkan hidup seperti Kristus). Dengan demikian, menjadi seorang animator/ animatris bukan hanya sekedar pendengar Sabda, tetapi sebagai pelaksana Sabda.
Pada sesi berikutnya peserta pelatihan yang berjumlah 124 orang ini mendapat materi tentang bagaimana mengenali anak dengan karakter mereka masing-masing, dan memahami anak-anak yang mereka damping, yang disampaikan oleh Ibu Anastasia Eliati (Ibu Els), seorang psikolog dari Jakarta, yang sekarang aktif memberikan konseling kepada anak-anak di sekolah Budi Luhur. Pada sesi ini para peserta diajak untuk menjadi contoh bagi anak-anak. Berawal dari menjadi contoh bagi anak-anak yang sudah dipercayakan Tuhan pada kita, lalu menjadi contoh bagi anak-anak yang lain. Meskipun sebagian besar peserta tidak memiliki dasar pendidikan yang berlatar psikolog, atau pendidikan, tapi sebagian besar mempunyai motifasi melayani, merasa terpanggil, maka dalam praktiknya dalam pelayanan , seringkali peserta menghadapi anak-anak yang mempunyai energi lebih. Pada usia tertentu, anak-anak merasa menjadi “Raja dan Ratu kecil”, dan setiap anak akan melalui fase itu. Berkarakter keras kepala, mau menang sendiri, suka meledek, dan fase yang perlu perhatian lebih ini akan berulang pada saat mereka memasuki masa remaja. Masa dimana mereka ingin mencari jati diri dan eksistensi diri. Dan para peserta diajak untuk bisa memahami dan tetap mendampingi mereka.
Dalam sesi ini, para peserta juga diajak untuk mempelajari bagian-bagian otak dan fungsinya. Otak depan. Cerbral Cortex Cerebrum (Neo korteks): adalah bagian yg berhubungan dengan fungsi otak yang tinggi, diantaranya menerima dan memproses informasi, berfikir, memahami dan mengeluarkan bahasa, merasakan dan mengendalikan fungsi motorik atau otot.
















Pada awal bulan Agustus 2016 lalu bertempat di lokasi sekolah Yos Sudarso, SFC dan CFC Batam mengadakan CLP atau seminar hidup kristiani. CLP ini juga di hadiri oleh SFC dan CFC dari Singapore. Peserta CLP ini berjumlah sekitar 50 orang 9 di antaranya adalah SFC sisanya adalah pasangan pasutri. Ini merupakan CLP pertama untuk SFC angkatan ke 2. Dalam CLP ini peserta diberikan 12 materi yang dibagi ditiap minggunya. Untuk talk 1-4 diberikan pada pertemuan pertama pada tanggal 7 Agustus dengan pembicara bro Almin Manalo dari Singapore bro Alex juga dari Singapore bro Suwarno dari CFC Batam dan Romo Martin, SS.CC. Kemudian talk 5-8 di berikan pada pertemuan ke 2 yang diberikan pada tanggal 14 Agustus 2016 dengan pembicara pastor Nico, SS.CC, bro Alex dari Singapore dan 2 pembicara lain. Dan untuk talk 9-10 di berikan pada pertemuan ke 3 pada tanggal 27 Agustus 2016 dengan pembicara bro Alex dan Vikjen pangkal pinang Romo Nugroho SS.CC . Dalam talk ini ada yg menarik karena ada pencurahan roh Kudus yang di berikan oleh CFC Batam dan CFC Singapore.
Inti dari CLP ini adalah bagaiman orang hidup dalam Kristus, bagaimana menerima cinta kasih Allah dan bagaiman mengenal Yesus Kristus dalam kehidupan, lalu apa artinya kita menjadi seorang Kristen, bagaiman cara kita mengasihi sesama dan mengasih Allah serta bagaimana kita hidup dalam roh Kudus serta menerima kuasa roh Kudus dalam diri kita. CLP ditutup dengan misa Kudus dan perutusan serta dedikasi untuk anggota SFC dan CFC yang baru dengan menyematkan ID untuk SFC Batam dari SFC Singapore. ***