KBG dan Asosiasi /Kategorial (Bag. 1)

Asosiasi  seperti Serikat Santo Vinsensius (SSV), Legio Mariae, Pembaharuan Karismatik, Asosiasi Pemuda, THS-THM, WKRI, dll telah ada selama bertahun-tahun. Beberapa orang berpikir bahwa dengan adanya asosiasi-asosiasi tersebut sudahlah cukup. Mereka tidak melihat pentingnya KBG (Komunitas Basis Gerejawi), sementara yang lain menganggap KBG sama dengan asosiasi lainnya. Adalah tugas KBG, asosiasi dan organisasi lain untuk melanjutkan Misi Kristus dalam wilayah mereka dan membuat Kristus semakin dikenal kepada semua orang.

  1. Refleksi Komparatif

Apapun yang anda katakan tentang sebuah Paroki, mari kita lihat tiga situasi yang berbeda ini :

HANYA ASOSIASI HANYA KBG ASOSIASI DAN KBG
kbg1 kbg2 kbg3
  • Keanggotaan bersifat sukarela, opsional
  • Keanggotaan berasal dari berbagai wilayah dalam paroki bahkan dari luar paroki
  • Karisma dari beberapa anggota dipersembahkan untuk pelayanan masyarakat karena hanya sedikit orang saja yang terlibat
  • Kebersamaan dirasakan lebih dalam dalam keanggotaan asosiasi, namun masyarakat lainnya tetap anonim, individualistik, seakan-akan Baptisan tidak menjadikannya milik komunitas/masyarakat
  • Hanya beberapa orang yang bergabung, dapat diartikan bahwa baptisan tidak mengundang semua orang untuk terlibat aktif, atau partisipasi antif dalam tugas perutusan hanya bersifat sukarela. Beberapa orang yang terlibat saja sehingga kadang merasa terbebani
  • Asosiasi didirikan hanya untuk suatu tugas khusus; misalnya Pemuda, para Wanita, Orang Miskin, dll
  • Berdasarkan konstitusi asosiasi tersebut
  • Asosiasi bertemu di gereja (gedung)
  • Mungkin tidak ada sharing Injil
  • Kepemimpinan hirarkis; presiden/ketua, wakil presiden/ketua
  • Dengan kelahiran dan Baptisan, para anggota bersekutu dalam KBG
  • Karisma dari semua anggota KBG dibawa dalam pelayanan masyarakat
  • Setiap orang mengalami rasa memiliki dan ber-misi bersama. Persekutuan membuat umat beriman dalam satu wilayah/area menjadi satu Tubuh dan memberikan kesaksian bersama dalam pelayanan
  • Misi dipandang sebagai tanggung jawab bersama. Setiap orang dilatih dan didorong untuk berpartisipasi dalam berbagai kebutuhan masyarakat. Talenta masing-masing anggota juga digunakan untuk kebaikan bersama.
  • KBG adalah ekspresi konkret dari Gereja dan bertanggung jawab untuk semua tugas Gereja di lingkungan mereka.
  • Tidak memiliki konstitusi, Injil dan hukum Gereja adalah fondasinya.
  • KBG bertemu di rumah-rumah di lingkungan mereka
  • Mendasarkan kehidupan dan tindakan pada sharing Injil
  • Tim kerja dan rotasi kepemimpinan. Kepemimpinan berarti membina, memberdayakan semua anggota
  • Semua orang tergabung dalam KBG. Namun tidak semua ikut dalam asosiasi
  • Setiap orang terbagung dalam satu KBG. KBG dan Asosiasi bersama-sama mengaktifkan karisma-karisma dari semua anggota untuk kebaikan bersama
  • KBG dan Asosiasi bekerjasama menciptakan rasa memiliki yang lebih besar terhadap komunitas dan akan misi komunitas. Asosiasi terus menerus membangun kesatuan yang semakin kuat
  • KBG bersama-sama bertanggung jawab untuk seluruh misi paroki. Asosiasi melakukan tugas-tugas khusus yang berada di luar jangkauan masyarakat biasa.
  • Bersama-sama akan ada rasa yang lebih kuat pada Gereja dan misi. Asosiasi menunjukkan suatu bentuk tuntutan yang lebih dari kristianitas
  • Bersama-sama mereka dapat membawa respon yang lebih besar pada kebutuhan masyarakat dan menjadi tanda kesatuan dalam Gereja.
  • Pengaruh Sharing Injil dalam KBG memperkaya spiritualitas anggota asosiasi dan meningkatkan rasa berkomunitas dan berkolaborasi dengan anggota KBG lainnya
  • Gaya kepemimpinan KBG dapat meningkatakan asosiasi

Berdasarkan analisis tabel di atas kita dapat menemukan:

  1. KBG mendesentralisasi dan mengorganisir paroki dengan lebih baik. Ini adalah fungsi khusus KBG
  2. KBG adalah sarana untuk evangelisasi, untuk persekutuan yang lebih mendalam, tanda vitalitas dan harapan baru bagi Gereja. Dengan cara ini Bapa Suci Yohanes Paulus II memberikan KBG tempat yang unik dan penting dalam kehidupan paroki (lihat tambahan).
  3. KBG memiliki tempat khusus dan peran dalam paroki dan membuat paroki lebih hidup.
  4. Asosiasi memperdalam semangat dan komitmen missioner setiap anggota KBG
  5. KBG dan Asosiasi berjalan berdampingan di paroki dan bekerjasama

Tambahan:

Dalam Dokumen Gereja di Asia (Ecclesia in Asia), Paus Yohanes Paulus II menegaskan pentinya KBG karena (EA. No.25):

  1. KBG memajukan persekutuan dan partisipasi dalam paroki dan keuskupan
  2. KBG membantu umat supaya hidup sebagai jemaat-jemaat beriman, berdoa, mengasihi, seperti umat Kristiani perdana
  3. KBG menolong umat menghayati Injil dalam semangat cinta kasih persaudaraan dan pelayanan
  4. Dan oleh karena itu KBG harus hidup dalam persatuan dengan Gereja Partikular dan Universal, dalam persekutuan dengan para Gembala Gereja dan Magisterium, tanpa isolasionisme dan eksploitasi ideologis.

(Bersambung…)

KBG dan Asosiasi /Kategorial (Bag. 2)

(by :costmust, diterjemahkan dari berbagai sumber bahan modul AsIPA) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *