KBG dan Asosiasi /Kategorial (Bag. 2)

KBG dan Asosiasi /Kategorial (Bag. 1)

KENDALA YANG DAPAT TERJADI ANTARA KBG DAN ASOSIASI

Pada bagian pertama, kita telah melihat bagaimana KBG dan Asosiasi dalam tiga situasi yang berbeda. KBG dan asosiasi diharapkan berjalan berdampinga dan bekerjasama dalam paroki. Namun demikian tidak dapat dipungkiri, terkadang timbul beberapa kesulitan/ kedala yang terjadi, mari kita lihat:

Kendala yang mungkin timbul antara KBG dan asosiasi:

  • Konflik kepentingan
  • Preferensi yang tidak semestinya atau prasangka oleh para imam, dewan paroki.
  • Membebani Asosiasi dengan semua tugas.
  • Anggota dari berbagai kelompok melihat satu sama lain seperti terpecah – kami dan Anda.
  • Kurangnya koordinasi dalam tugas-tugas
  • Terlalu banyak rapat, terkadang di hari yang sama
  • Perasaan rendah diri

Kendala-kendala yang timbul diatas dilatarbelakangi oleh berbagai situasi dan alasan. Alasan yang melatarbelakangi diantaranya:

  • Kurangnya pemahaman yang jelas tentang Gereja.
  • Kurangnya pemahaman apa itu KBG dan asosiasi
  • Pengaruh politik
  • Kurangnya kepemimpinan dan formasi/pemberdayaan yang baik
  • Kurangnya koordinasi dan bimbingan
  • Imam dan dewan paroki mungkin memberikan preferensi yang keliru, tanpa memahami peran KBG dan asosiasi

Oleh karena itu berikut ini adalah solusi yang bisa bermanfaat:

  • Formasi/pemberdayaan untuk imam, dewan paroki dan anggota Asosiasi tentang apa itu KBG, dan Asosiasi, dan bagaimana membangun koordinasi dan kerjasama yang baik
  • Pemberdayaan yang baik dan teratur
  • Dewan paroki dapat mengkoordinir berbagai fungsi badan-badan yang ada dan memastikan kelancaran dan kerjasama
  • Melatih kepemimpinan rotasi (rotating leadership) dan tim
  • Keterbukaan untuk membahas masalah dan menemukan solusi bersama
  • Berdoa bersama
  • Melakukan beberapa kegiatan paroki bersama-sama.
  • Asosiasi mengajak anggota aktif ber KBG demikian juga sebaliknya anggota KBG mempromosikan asosiasi

Kesimpulan:

Baik KBG maupun asosiasi, penting dan memiliki peran masing-masing dalam membangun komunitas dan memenuhi misi komunitas paroki. Konsili Vatikan II telah menekankan  pentingnya KBG dan menyebut KBG sebagai ekspresi Gereja – Gereja Miniatur (RM 51) untuk membawa kesatuan, partisipasi dan pembaharuan paroki yang merangkul semua dalam satu lingkungan ketentanggaan.  Juga harus diakui bahwa banyak asosiasi memiliki sejarah panjang tentang keberadaan dan pelayanannya bagi Gereja. Saat ini Gereja ingin, baik KBG dan asosiasi untuk saling mendukung, memperkaya dan memperkuat komunitas paroki.

Karena setiap KBG adalah Gereja di suatu lingkungan ketetanggaan, oleh karena itu bertanggung jawab atas mandat misioner Gereja Universal di lingkungan masing-masing tersebut. Mandat atau tugas ini merupakan tanggung jawab semua sebagai Gereja; sebagai  sifat misionernya (AG 2). Asosiasi membantu KBG dalam mengemban mandat misionernya, dan menawarkan suatu bentuk yang lebih mendalam dari kehidupan kristiani dan bentuk kesaksian baik di tingkat KBG dan di tingkat paroki. Harus dapat dimengerti bahwa mandat misioner Gereja bukan menjadi tugas salah satu; KBG atau asosiasi; namun suatu bentuk kolaborasi keduanya, KBG dan Asosiasi. (selesai)

(by :costmust, diterjemahkan dari berbagai sumber bahan modul AsIPA) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *