Home HUMANIORA Renungan Harian, Kamis 7 Oktober 2021

Renungan Harian, Kamis 7 Oktober 2021

by Alfons Liwun

Oleh: Alfons Liwun, Staf PIPA Keuskupan Pangkalpinang

PW SP Maria, Ratu Rosario

Orang yang berkomunikasi kepada Allah dengan penuh kesombangan adalah orang fasik. Sebaliknya orang yang berbicara kepada Allah dengan penuh kerendahanhati ialah orang yang beriman, inilah ringkasan yang kita dengan dalam bacaan 1, Mal 3:13-4:2a. Dari kedua cara berkomunikasi kepada Allah ini, Pemazmur (1: 1-2.3.4.6) mengungkapkan secara eksplisit, manakah yang lebih mengandalkan Tuhan?Maka orang yang mengandalkan Tuhan dilukiskan Lukas 11:5-13,  ia akan selalu mengetuk, meminta, dan berkomunikasi dengan rendahhati dan terus menerus. Karena ia tahu, Tuhan yang mencintainya, akan menjawab doa-doanya

Berdoalah dalam kerendahanhati

Berdoa ialah komunikasi dengan Allah. Dalam komunikasi dengan Allah, peran Roh Kudus sangat besar. Karena peran-Nya ini, manusia yang beriman, selalu mau bertemu dengan Allah, mau berkomunikasi dengan Allah.

Doa tidak selalu harus dengan kata-kata yang menarik. Membiarkan diri dalam kepasrahan, tanpa kata, itupun berdoa. Tuhan sudah lebih dahulu mengetahui apa yang kita maksudkan.

Untuk ini, berdoa mengungkapkan kedalaman hati apa yang telah kita siapkan. Karena itu, ketika mengungkapkan isi hati, ungkapkan dengan sikap rendahhati. Maleakhi, mengecam orang yang datang kepada Allah dengan sikap sombong. “Bicaramu tentang Aku kurang ajar.” Bukan Roh Kudus yang diandalkan, tetapi ke-aku-annya. Pemazmur menasihati bahwa orang yang selalu mengandalkan Tuhan, dialah orang yang bijak. Karena dia tahu, bahwa sebab asal keberadaannya.

Yesus Mengajarkan Cara Berdoa (foto: WordPress.com)

Yesus kembali menegaskan akan kekuatan doa. Ia mengajarkan bahwa orang yang beriman kepada Allah tak akan jenuh dalam berkomunikasi dengan Allah. Mintalah, carilah, dan ketuklah…, adalah usaha setiap saat orang beriman untuk selalu berjumpa dengan Tuhan. Meminta, mencari, dan mengetuk, apa yang dibutuhkan bukan apa yang diinginkan. Meminta, mencari, dan mengetuk, mengungkapkan kerendahanhati dan kesabaran orang beriman akan harapan jawaban Tuhan. Karena itu, dalam berdoa, memaksa kehendak Tuhan adalah kesia-siaan. Disinilah, kejatuhan orang akan dilematis pada pribadi yang diimani. Bahwa sudah berdoa, namun doanya tak pernah dijawab Tuhan.

Santa Perawan Maria, Ratu Rosario (foto: LiCAS.News)

Hari ini juga (7/10) Gereja merayaan Santa Perawan Maria, Ratu Rosario. Pesta inilah yang kemudian Gereja menetapkan bukan Oktober sebagai Bulan Rosario. Gereja mau mengajak umat beriman meneladani Maria. Bahwa dalam kepasrahan dan kerendahanhati, Maria berharap pada Allah yang mahakasih. Juga Gereja mau mengajarkan kepada kita, bahwa ketika doa-doa kita kepada Allah (Yesus), dapat disampaikan kepada Maria. Dan kita berharap Maria akan menyampaikannya kepada Anak-nya (per Maria ad Jesu).

Mari, kita tetap bertekun dalam doa, dalam komunikasi kepada Allah. Hanya orang yang mengandalkan Tuhan adalah orang-orang yang bijak. Dalam doa sikap rendahhati dan pasrah serta tak jemuh-jemuh, doa terus kita daraskan. Doa adalah meminta, mencari dan mengetuk, usaha untuk terus berharap dan berlindung pada Tuhan. Amin. ***

Related Articles

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.