MARILAH MELANGKAH BERSAMA DALAM PERSAUDARAAN – “Tema Natal Bersama” Wilayah Perawan Yang Murah Hati-Paroki MBPA

Wilayah Perawan Yang Amat Murah Hati-Paroki MBPA mengadakan acara Natal bersama dengan mengundang umat beragama lain, tokoh-tokoh masyarakat serta pihak keamanan dalam nuansa kebersamaan dan persaudaraan. Acara Natal bersama yang diselenggarakan bertepatan dengan Pesta Keluarga Kudus Nazaret ini, diawali dengan perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin oleh RD.Lorensius Dihe Sanga, co Parocus Paroki Maria Bunda Pembantu Abadi.  Dalam Ekaristi  Pesta Keluarga kudus yang disatukan dengan natal bersama wilayah ini juga menjadi moment pembaharuan janji perkawinan bagi sebelas pasang suami-isteri yang telah mengikuti rekoleksi tahunan keluarga, yang diselenggarakan oleh seksi keluarga Paroki MBPA, Minggu 18 Desember 2016 silam. Dalam homilinya, Pastor Lorens menekankan agar hendaknya keluarga-keluarga kristiani hendaknya meneladani keluarga Kudus Nazaret yang tetap setia melindungi dan membesarkan Yesus, kendati harus melewati berbagai tantangan, ancaman juga aneka persoalan pra dan pasca kelahiran Yesus. Sukacita kelahiran Sang Juruselamat hendaknya juga menjadi sukacita keluarga-keluarga kristiani dalam mendidik dan membesarkan anak-anak yang dititipkan Tuhan kepada keluarga, sehingga akhirnya keluarga-keluarga tampil sebagai Gereja-gereja kecil yang membawa anak-anak mengalami kehadiran Kristus dalam dirinya dan berani mengisahkan kisah Yesus dalam hidupnya.

Setelah selesai perayaan Ekaristi, dilanjutkan dengan acara ramah tama natal bersama yang diadakan didepan Gereja Hati Kudus Yesus-Galang. Acara ramah tama natal bersama ini dikemas dalam nuansa kekeluargaan dengan mengundang berbagai pihak, yakni dari unsur keamanan Polsek Galang dan jajarannya, masyarakat muslim kelurahan Sijantung, serta tokoh-tokoh masyarakat Galang yang ikut berpartisipasi dalam acara natal bersama ini.

Pak Sebastianus Kapo dalam sambutan pembukanya pada acara ramah tama natal bersama yang mengusung tema “Mari Melangkah Bersama Dalam Persaudaraan” ini menegaskan bahwa “Perayaan Natal adalah peristiwa sukacita yang seharusnya dibagikan bagi segenap manusia yang mendiami bumi ini, sebab Kristus lahir untuk membawa damai bagi dunia bukan hanya untuk segelintir orang”. Penegasan yang disampaikan oleh Pak Sebas ini sekaligus mempertanggungjawabkan kepada Pastor Lorens, akan tema acara yang disiapkan panitia natal bersama yang terkesan berbeda dengan tema umum Natal tahun ini. Bagi Pak Sebas yang juga mewakili panitia, bahwa tema acara ramah tama Natal bersama ini sengaja diangkat untuk merangkul siapa saja, baik saudara-saudari umat muslim, unsur masyarakat umum juga siapa saja untuk merasakan sukacita Natal yang dirasakan oleh umat kristiani secara Universal. ” Tuhan Yesus datang untuk membawa damai bagi Dunia, bukan bagi sekelompok orang, maka hendaknya sukacita kehadiran Kristus yang mendamaikan ini juga dialami oleh saudara-saudari yang lain yang merupakan sesama manusia yang mendiami bumi ini”, demikian Pak Sebas mengakhiri sambutannya.

Pak Said, salah seorang tokoh masyarakat Galang dan juga Imam Masjid Galang, dalam sambutan keduanya, mengapresiasi kinerja Panitia yang mengadakan acara yang sangat bagus ini. Bagi Pak Said, setiap agama hendaknya terus membangun silaturahmi dengan siapa saja untuk memperkokoh tali persaudaraan. Kita ini bangsa yang majemuk, untuk itu kita hendaknya menyadari kerangaman kita dalam berbangsa. Guna merawat keragaman ini maka setiap agama harus terus menerus membangun toleransi, agar perbedaan yang kita miliki ini dapat dipaduhkan menjadi sebuah kekuatan dalam fondasi Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, tegas Pak Said.

Sementara RD.Lorens dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada panitia juga berbagai kalangan yang berpartisipasi dalam mempersiapkan acara ramah tama ini. Bagi RD.Lorens, acara natal bersama yang dikonsepkan secara berbeda ini merupakan inspirasi bagi Tim Pastoral Paroki, khususnya Sie Hubungan Antar Agama, juga wilayah-wilayah lain, agar peristiwa Natal bersama bukan hanya dirayakan secara rutinitas belaka, melainkan juga menjadi momentum untuk membangun toleransi dengan sesama yang lain yang hidupnya berdampingan dengan umat Katolik di Kota Batam ini.

Panitia juga mempersiapkan acara-acara hiburan yang diisi oleh anak-anak dan remaja Katolik serta Ibu-ibu yang menampilkan aneka tarian dan nyayian yang menambah semaraknya acara natal bersama ini. Untuk menyempurnakan komunio dalam natal bersama ini, panitia juga menyuguhkan hidangan ala nusantara untuk menjamu para tamu undangan serta umat yang hadir dalam acara natal bersama ini.

 

Foto Atanasius Anlly.

Foto Atanasius Anlly.

Foto Atanasius Anlly.

Reportase dan Kredit Foto : Atanasius

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *