“Tidak ada Alasan untuk itu”: Paus Fransiskus Tentang Hukuman Mati

BerkatNews.com. Hukuman mati (death penalty) saat ini sedang menjadi sorotan dunia. Banyak sekali pendapat pro dan kontra penerapan hukuman mati di berbagai negara.

Dilansir catholicnewsagency.com (22/06/2016) Paus Fransiskus mengirimkan pesan Video terkait penolakan hukuman mati dalam Kongres Dunia tentang Hukuman Mati.

Dalam pesan video yang dikirim pada hari Rabu pada pertemuan untuk mendukung penghapusan hukuman mati, Paus Fransiskus menyambut upaya mereka sebagai cara untuk mempromosikan hak hidup semua orang.

“Saat ini hukuman mati tidak dapat diterima, namun kuburlah kejahatan dari terpidana”, kata Paus dalam pesannya pada 22 Juni 2016 pada Kongres Dunia Keenam tentang Hukuman Mati, yang diadakan di Oslo pekan ini. Lebih dari 1.000 orang hadir, baik dari pemerintah, organisasi internasional, dan masyarakat lainnya.

Hukuman mati “adalah suatu pelanggaran terhadap hak dasar hidup dan martabat manusia yang tidak bisa diganggu gugat”, lanjut Paus Fransiskus. “Ini juga bertentangan dengan rencana Allah bagi setiap individu dan masyarakat, dan bertentangan dengan keadilan-Nya yang penuh belas kasih”.

Bapa Suci menyatakan “penghargaan pribadi” kepada peserta pertemuan karena adanya “komitmen untuk membebaskan dunia dari hukuman mati.”

Ketika opini publik sudah terbentuk untuk melawan hukuman mati dan bahkan sebagai alat pertahanan sosial yang sah, ia sebut itu sebagai “tanda harapan”.

“Hukuman mati tidak memberikan keadilan bagi korban, melainkan memupuk dendam. Perintah ‘Jangan membunuh’ memiliki nilai mutlak dan berlaku baik untuk orang yang tidak bersalah dan yang bersalah”.

Mengingat Yubileum Kerahiman yang dirayakan saat ini, Paus mengatakan, tahun ini adalah “sebuah kesempatan yang baik untuk mempromosikan kepada seluruh dunia lebih gencar lagi dalam menghormati kehidupan dan martabat setiap orang.”

“Jangan lupa, bahwa hak asasi yang mendasar untuk hidup yang diberikan Tuhan, juga dimiliki oleh seorang kriminal”, ia mendesak.

Selain menyerukan untuk mengakhiri hukuman mati, Paus Fransiskus juga meminta peserta untuk bekerja untuk perbaikan kondisi penjara “sehingga mereka sepenuhnya menghormati martabat mereka yang dipenjarakan.”

Dia menegaskan bahwa meberikan keadilan “tidak berarti mencari hukuman untuk kepentingan sendiri, tetapi memastikan bahwa tujuan dasar dari semua hukuman adalah merehabilitasi pelaku.”

“Tidak ada hukuman yang tepat tanpa harapan! Hukuman untuk kepentingan sendiri, tanpa ruang untuk harapan, adalah bentuk penyiksaan, bukan dari hukuman. ” tegas Paus.

Pesan Video Paus Fransiskus diawali dengan menyinggung upaya yang telah dilakukan dalam mengakhiri hukuman mati. Pendahulunya, Paus Benediktus XVI dan Paus Yohanes Paulus II juga berbicara menentang penggunaan hukuman mati.

Katekismus Gereja Katolik menyatakan bahwa hukuman mati diperbolehkan dalam kasus-kasus yang sangat parah kejahatannya. Hukuman mati dapat digunakan “jika ini adalah satu-satunya cara yang mungkin efektif membela kehidupan manusia terhadap penyerang yang tidak adil.” Namun, kasus tersebut saat ini “sangat langka, atau sudah tidak ada”. ***


de mariam numquam satis[costmust]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.